Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Wilayah Tanpa Pemukiman Jadi Tempat Buang Sampah Sembarangan, Ini Penjelasan DLH Tarakan

Wildan Ratar • Selasa, 23 September 2025 | 17:05 WIB

 

WILDAN/RADAR TARAKAN SAMPAH LIAR: Wilayah tanpa pemukiman yang sering jadi tempat buang sampah sembarangan
WILDAN/RADAR TARAKAN SAMPAH LIAR: Wilayah tanpa pemukiman yang sering jadi tempat buang sampah sembarangan

TARAKAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan menyoroti maraknya praktik pembuangan sampah liar yang dilakukan masyarakat di sejumlah titik, khususnya di kawasan yang tidak terdapat permukiman.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Tarakan, Edhy Pujianto mengatakan, salah satu lokasi yang kerap menjadi sasaran adalah kawasan Gunung Selatan.

“Di sana bukan wilayah permukiman, sehingga rawan dijadikan tempat buang sampah sembarangan. Biasanya dilakukan pada jam-jam sepi, seperti menjelang subuh, agar tidak terpantau,” ungkap Edhy, Senin (22/9).

Ia menambahkan, pihaknya bahkan pernah mendapati langsung warga yang tertangkap membuang sampah di jam tersebut. DLH Tarakan bersama Satpol PP kerap melakukan penindakan untuk menekan kebiasaan buruk itu.

Menurut Edhy, pengawasan yang dilakukan sempat membuat kawasan Gunung Selatan bersih dari sampah liar.

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama karena belakangan mulai kembali muncul tumpukan sampah di pinggir jalan.

“Kalau ada pengawasan intensif, daerah itu bisa aman, tapi kalau kendor sedikit, oknum kembali membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Edhy menjelaskan, faktor utama yang melatarbelakangi perilaku masyarakat ini adalah enggan membayar iuran sampah di lingkungannya.

“Mungkin karena pelit, dalam artian tidak mau keluar biaya, akhirnya memilih membuang di daerah sepi yang bukan permukiman,” katanya.

Ia juga menegaskan, TPS memang tidak disediakan di daerah tanpa penduduk karena keberadaan TPS difokuskan di wilayah berpenghuni padat.

Hal itu sudah disepakati bersama baik oleh masyarakat maupun pemerintah demi keindahan kota. “Kalau terlalu banyak TPS justru memperburuk estetika kota. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Edhy menuturkan bahwa pengelolaan sampah di Tarakan sebenarnya sudah memiliki sistem yang jelas, mulai dari pengangkutan sampah rumah tangga oleh operator, pemilahan di TPS3R untuk sampah yang bisa diolah, hingga pembuangan akhir ke TPA.

Namun, sistem ini akan berjalan baik jika seluruh masyarakat berpartisipasi dan taat aturan.
“Harapan kami, masyarakat bisa tumbuh kesadarannya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tarakan ini rumah kita bersama, jangan sampai terlihat kotor dan tidak enak dipandang. Pengawasan dan penindakan kami lakukan bersama Satpol PP, tapi kuncinya tetap ada di masyarakat,” pungkasnya. (*wld)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #buang sampah sembarangan #DLH Tarakan