Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Soal Laka Laut SB Malinau Express VI, Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan

Eliazar Simon • Senin, 22 September 2025 | 16:27 WIB

 

TERBALIK: Masyarakat bersama ABK kapal berusaha membalikan speedboat yang mengalami lama, FOTO:SOPIAN/RADAR TARAKAN
TERBALIK: Masyarakat bersama ABK kapal berusaha membalikan speedboat yang mengalami lama, FOTO:SOPIAN/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Sebuah insiden kecelakaan laut menimpa kapal cepat SB. Malinau Express VI yang berlayar dari Malinau menuju Tarakan, Senin (22/9) pagi. Speedboat yang mengangkut 35 penumpang dan 4 awak kapal tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam di perairan sekitar Kota Tidung Pala (KTT), setelah diduga menabrak batang kayu yang timbul di sungai.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, dan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat ke daratan oleh awak kapal.

Franky selaku Humas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kaltara mengatakan, berdasarkan keterangan sementara yang didapatkan pihaknya dari Nahkoda kapal yaitu Ali Jamaludin, didapati speedboat berangkat dari Pelabuhan Malinau pada pukul 08.15 WITA.

Sekitar pukul 09.07 WITA, speedboat mengalami benturan keras yang berasal dari bagian bawah buritan, diduga akibat batang kayu besar yang tidak terlihat di permukaan sungai.

“ABK langsung memberi tahu nahkoda dan nahkoda kemudian arahkan kapal ke tepi sungai untuk evakuasi,” katanya.

Ia menambahkan, setelah berhasil mendekat ke tepian, seluruh penumpang dan barang-barang segera diturunkan. Beberapa menit kemudian, air terus mengisi badan kapal hingga SB Malinau Express VI miring, tenggelam, dan terbalik di pinggir Sungai KTT.

“Penumpang semua selamat, termasuk barang-barang mereka. Tapi kapal mengalami kerusakan pada buritan dan tiga mesin terendam,” lanjutnya.

Franky menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan lengkap dari nahkoda dan akan melakukan investigasi lanjutan.

“Kami apresiasi tindakan cepat Nahkoda dan ABK yang memprioritaskan keselamatan penumpang. Tidak ada korban jiwa dan seluruh barang milik penumpang dapat diselamatkan,” jelasnya.

Franky menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan operator kapal dan pihak terkait lainnya untuk mengevaluasi rute pelayaran di sekitar KTT, mengingat wilayah tersebut cukup rawan dengan batang kayu hanyut yang bisa membahayakan navigasi.

“Kami juga akan mendorong peningkatan SOP kedaruratan di kapal cepat serta penyediaan alat keselamatan yang cukup, seperti pelampung untuk seluruh penumpang,” pungkasnya.

Keterangan dari salah satu penumpang, Ajang, membenarkan bahwa sebelum kapal bocor, sempat terjadi dua kali benturan keras.

“Kami berangkat sekitar jam 8 lewat. Di sekitar KTT itu, kapal dua kali nabrak, benturannya keras. Kami sempat kaget, tapi speed jalan terus,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

Ajang, yang duduk di bagian belakang kapal, mengaku pertama kali menyadari adanya air masuk setelah diberi tahu oleh seorang anak kecil.

“Anak kecil bilang, ‘Om, ada air masuk!’ Pas saya lihat, lantai speed sudah tergenang. Saya langsung teriak ke motoris supaya ke pinggir,” jelasnya.

Air yang masuk ke dalam speedboat diketahui sudah mencapai ketinggian lutut saat kapal mendekati tepi sungai. Meski dalam situasi darurat, penumpang tetap tenang dan mengikuti instruksi awak kapal.

Setelah seluruh penumpang turun, speedboat akhirnya tenggelam dan terbalik di lokasi. Ajang juga mengungkapkan bahwa speedboat cadangan baru tiba sekitar satu jam setelah insiden, untuk melanjutkan perjalanan para penumpang ke Tarakan.

“Syukurlah semua selamat. Saya sendiri mau ke Tarakan untuk berobat,” singkatnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #laka laut #SB Malinau #Express VI