TARAKAN - Dalam momentum peringatan Hari Literasi Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 September, geliat literasi di Kota Tarakan menunjukkan tren positif.
Meskipun tantangan masih ada, berbagai inisiatif dari komunitas, pemerintah, hingga lembaga pendidikan terus mendorong perbaikan kualitas literasi di daerah ini.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara, tingkat kemampuan membaca masyarakat masih berada di angka yang perlu ditingkatkan. Namun, secara perlahan, perkembangan mulai terlihat.
Hal ini ditandai dengan tumbuhnya berbagai komunitas literasi, termasuk Tarakan Book Party, yang secara aktif melakukan kegiatan penyebaran buku dan edukasi literasi ke berbagai pelosok wilayah.
“Kami baru-baru ini menyalurkan buku-buku ke teman-teman mahasiswa KKN yang mengabdi di desa-desa. Tujuannya agar akses terhadap buku tidak hanya terpusat di kota, tapi juga merata hingga ke daerah,” ungkap Adinda Rahmadhani, Pelopor Komunitas Tarakan Book Party, Senin (8/9).
Selain upaya komunitas, Adinda menegaskan bahwa pemerataan buku adalah langkah krusial untuk membangun budaya membaca yang merata. Transformasi layanan perpustakaan daerah juga menjadi penanda penting kemajuan literasi di Tarakan.
"Aku baca juga di berita, sekarang Perpusda Tarakan bisa diakses secara digital. Pengunjungnya sudah mencapai 1.000 orang per bulan, menunjukkan bahwa minat baca mulai tumbuh karena aksesnya kini semakin mudah dan inklusif," lanjutnya.
Dukungan terhadap penguatan literasi juga datang dari pemerintah pusat. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI beberapa waktu lalu menggelar kegiatan literasi keamanan siber di Kalimantan Utara.
Ini menjadi bukti bahwa literasi tidak hanya soal membaca buku, tapi juga mencakup pemahaman digital dan keamanan informasi di era modern.
Sebagai peringatan Hari Literasi Internasional, Ketua Tarakan Book Party mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam membangun budaya literasi.
"Kolaborasi aktif antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat perlu dirawat bersama, agar segala hal yang sudah Kaltara khususnya Tarakan capai, dapat kita pertahankan dan kembangkan. Literasi turut andil dalam pembangunan daerah," pesannya.
Momentum Hari Literasi Internasional ini menjadi pengingat bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan teknis membaca dan menulis, namun juga tentang akses informasi yang adil, keterlibatan komunitas, dan peran aktif semua elemen masyarakat dalam membentuk ekosistem pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan. (*wld)
Editor : Azwar Halim