TARAKAN - Kegemukan pada balita seringkali dianggap sebagai tanda kesehatan yang baik, tetapi sebenarnya bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius yaitu obesitas.
Analisis Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan, Armina menjelaskan, berdasarkan dua sumber data prevalensi obesitas pada balita di Kota Tarakan memang tidak terlalu banyak tetapi mulai merangkak mengalami peningkatan.
"Data e-PGBM di tahun 2024 itu sebesar 1,1 persen sedangkan tahun 2025 dari Januari - Juli sudah naik 1,3 persen, sementara itu, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Gabungan Indonesia (SSGI), prevalensi obesitas pada balita di Kota Tarakan sekitar 4,9 persen," ujarnya, Jumat (22/8).
Faktor penyebab obesitas pada balita adalah pola makan yang salah, seperti pemberian susu formula yang berlebihan dan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) yang tidak benar.
"Seharusnya MP Asi diberikan berdasarkan umur, jika anak hanya diberikan banyak karbohidrat tanpa diberengi dengan protein dan serat yang tinggi maka akan mengalami obesitas." tambahnya.
Selain itu, jaman sekarang kurangnya aktivitas fisik juga menjadi faktor penyebab obesitas pada balita dan orang tua memberikan makanan yang siap saji kemudian melarang anaknya bermain di luar rumah sehingga anak menghabiskan waktunya untuk bermain Hp, nonton televisi dan lainnya.
"Anak sudah kurang bergerak sementara makanan yang gizi seimbang masuknya kurang terlalu banyak kalori dan karbohidrat tidak di imbangi dengan aktivitas gerak anak." ungkapnya.
Armina menekan kan, Dinkes Tarakan selelalu berupaya mengedukasi para orang tua tentang bagaimana memberikan makanan yang sesuai dengan umur anak dan porsi-porsinya melalui perpanjangan tangan dari petugas gizi di setiap puskesmas dan para kader yang ada di lingkungan masyarakat.
"Kami mengharuskan anak dari bayi itu harus sudah diberikan Asi ekslusif tanpa penambahan susu formula dan diumur 6 bulan keatas harus diberikan makanan pendamping." pungkasnya.
Dinkes juga berharap para orang tua bisa memberikan anaknya makanan yang padat gizi bukan yang asal kenyang dan lebih mengutamakan masak sendiri sehingga dapat mencegah dan mengetahui zat-zat yang berbahaya untuk anak.
Kemudian obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan yang serius sehingga perlu mendapatkan perhatian dari para orang tua. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim