TARAKAN- Pihak kepolisian sudah melakukan autopsi terhadap korban dugaan yang keracunan minuman beralkohol di Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Patimura, Kelurahan Pamusian.
Korban yang diautopsi merupakan pemandu karaoke atau ladies companion (LC) di THM tersebut berinisial N. Selain itu, salah satu pengunjung di THM tersebut juga didapati meninggal dunia.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Korban LC berinisial N sudah kami lakukan autopsi. Proses autopsi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara pada Kamis malam, tanggal 21 Agustus," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (21/8).
Dari hasil autopsi, sampel organ tubuh korban telah diambil dan langsung dikirimkan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri di Bogor untuk diteliti lebih lanjut.
"Untuk hasil resminya masih menunggu dari Puslabfor. Korban sendiri sudah diberangkatkan ke Jakarta untuk dimakamkan, karena memang berdomisili di Bandung," tambahnya.
Terkait penyelidikan, AKP Ridho mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi.
Empat di antaranya merupakan pekerja dari THM tempat kejadian perkara, dan satu orang merupakan pelapor. Rencananya dua orang pengunjung yang ada di THM tersebut saat kejadian, juga akan dilakukan pemeriksaan.
"Masih akan terus kami dalami. Pemeriksaan saksi akan terus kami lakukan. Kami juga akan panggil saksi-saksi lainnya yang diduga mengetahui atau berada di lokasi saat kejadian," ujarnya.
Dari lima pengunjung yang diduga berada di lokasi saat kejadian, baru dua orang yang berhasil diidentifikasi. Keduanya saat ini sudah dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan.
"Dua pengunjung tersebut dalam waktu dekat akan kami lakukan pemberiksaan," jelasnya.
Selain dua korban meninggal dunia, polisi menyebut masih ada tiga korban lainnya yang diduga mengalami gejala serupa dan masih dalam perawatan medis.
"Yang satu korban sudah bisa diajak komunikasi dan memberikan keterangan. Untuk dua lainnya, kami masih menunggu perkembangan dari pihak medis," kata AKP Ridho.
Terkait kelanjutan operasional tempat hiburan yang menjadi lokasi kejadian, Kasat Reskrim tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penutupan sementara.
"Hingga saat ini tempat hiburan malam tersebut masih digaris polisi," pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim