Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penggunaan Teknologi dalam Pendidikan Jadi Tantangan, Ini Upaya Disdik Tarakan

Wien Ratar • Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:45 WIB
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Kamal,FOTO:NATANAEL/RADAR TARAKAN
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Kamal,FOTO:NATANAEL/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Dinas Pendidikan Kota Tarakan telah melakukan inovasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Penggunaan teknologi ini memungkinkan siswa untuk mengakses materi pembelajaran secara online sehingga proses belajar-mengajar menjadi lebih interaktif dan efektif.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Kamal menjelaskan, bahwa dalam proses pembelajaran, walaupun tidak semua siswa memiliki laptop tetapi hampir semua sekolah sudah memiliki jaringan Wi-Fi untuk mengakses internet, yang artinya proses pembelajaran berbasis teknologi sudah mulai diterapkan.

"Sehingga sekarang kami juga masih ada hal yang perlu didiskusikan tentang penggunaan media sosial di sekolah," ujarnya, Kamis (21/8).

Lanjutnya, dari sisi positifnya anak-anak menemukan pencapaian ilmu menjadi sangat mudah sehingga anak bisa membaca dengan menggunakan browsing, dan informasi tentang dunia pendidikan lebih mudah diakses dan didapatkan.

"Jadi tidak seperti dulu, sekarang siswa membaca tinggal membuka browsing sendiri," katanya.

Namun, tantangan saat ini adalah penggunaan teknologi ini sering disalahgunakan oleh para anak-anak ketika tidak ada pembelajaran, mereka lebih banyak bermain media sosial.

"Ini juga menjadi kajian kami agar media ini tidak menjerumuskan siswa ke hal yang tidak berhubungan dengan pembelajaran," tambahnya.

Kamal menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan teknologi. Karena mau tidak mau orang tua harus paham bahwa media sosial yang digunakan anak ini filternya tidak ada.

"Apa artinya, secara teknologi kecerdasan anak itu baik, tetapi etika dan akhlaknya rusak jika tidak ada pendampingan yang tepat," tegasnya.

Dirinya menambahkan, di lingkungan pendidikan waktunya sangat terbatas, sementara yang paling berbahaya adalah di lingkungan masyarakat karena tidak terkontrol baik dari sekolah maupun keluarga.

"Kalau lingkungan ini tidak dikawal dengan baik justru akan menjadi hal yang membahayakan bagi anak," jelasnya.

Disdik selalu berupaya melakukan pertemuan dengan para orang tua melalui kegiatan yang diadakan oleh sekolah-sekolah untuk sama-sama mengawal anak-anak.

"Jangan sampai di kemudian hari saling lepas tangan dan melemparkan tanggung jawab," ungkapnya.

Tugas guru di sekolah sifatnya terbatas, sedangkan waktu anak lebih banyak di luar sekolah, sehingga kesadaran orang tua sangat diperlukan.

"Sementara ini sudah hilang, orang tua cenderung hanya menganggap cukup sekolah saja," pungkasnya.

Disdik berharap, para orang tua bijak dalam memberikan media sosial kepada anak dan memberikan pemahaman sebab-akibatnya sehingga anak tidak terjerumus ke hal-hal yang merusak dirinya.(*nkh/).

Editor : Azwar Halim
#Disdik Tarakan #kaltara #penggunaan teknologi dalam pendidikan