TARAKAN - Harga bawang merah di Kota Tarakan mengalami kenaikan signifikan meskipun telah menjalin kerjasama dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang merupakan salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia.
Saat di konfirmasi oleh Radar Tarakan, Salah satu pedagang di pasar Gusher Tarakan, Rose mengatakan, kenaikan harga bawang merah sudah terjadi sekitar seminggu terakhir dan kemungkinan bisa akan terus mengalami kenaikan kedepannya.
"Kalau harga normal itu di kisaran Rp 45 ribu per kilonya, tapi sekarang saya jual Rp. 65 ribu per kilo ada kenaikan sekitar Rp 20 ribu," ujarnya, Rabu (20/8).
Hal yang sama juga dirasakan oleh pedagang bawang lainnya, Vely mengungkapkan, kenaikan harga bawang ini di biasa di sebabkan stok bawang berkurang di daerah asal kemudian terbatasnya kapal pengangkut.
"Walaupun harganya naik tapi minat beli masyarakat masih tetap stabil, karena sudah jadi kebutuhan sehari-hari," pungkasnya.
Pedagang berharap pemerintah dapat memantau situasi pasar dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah kenaikan harga bawang merah, sehingga masyarakat dapat memperoleh pasokan bawang merah dengan harga yang stabil dan terjangkau. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim