TARAKAN - Maraknya game Roblox di kalangan anak-anak memicu kekhawatiran terkait dampak negatif yang mungkin timbul, terutama karena adanya konten kekerasan dan kata-kata kasar dalam game tersebut.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Kamal mengungkapkan, pihaknya tidak pernah berhenti memberikan imbauan kepada orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka.
"Kemajuan teknologi membuat kita harus semakin waspada, lingkungan masyarakat belum maksimal diawasi, dan muncul lagi lingkungan media sosial yang tidak terkontrol," ujarnya, Senin (11/8).
Kamal menambahkan, banyak orang tua yang menganggap anak-anak mereka baik-baik saja jika mereka diam di kamar. Namun, kenyataannya, anak-anak tersebut mungkin sedang asyik bermain game Roblox yang mengandung konten kekerasan fisik dan verbal.
"Banyak kasus sesama teman saling membully, kekerasan fisik bahkan sampai menghilangkan nyawa," ungkapnya.
Disdik Tarakan berharap orang tua tidak menganggap diamnya anak di kamar dengan handphone itu sudah baik. Kamal menekankan bahwa kekerasan sekarang tidak lagi terjadi melalui pintu yang terbuka, tetapi dapat terjadi melalui pintu yang terkunci rapat.
"Imbauan kami, game semacam ini jika dikatakan tidak boleh, anak pasti akan mencari. Sehingga, apapun bentuknya anak bermain media sosial perlu diawasi," katanya.
Kamal juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam penggunaan media sosial. Dengan adanya program sekolah gratis, orang tua diharapkan dapat lebih intens mengawasi anak-anak mereka.
"Jangan sampai dengan adanya sekolah gratis, orang tua tidak peduli lagi dengan pendidikan anak," pungkasnya.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim