TARAKAN - Memasuki tahun ajaran baru, penjualan seragam sekolah mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun kemarin.
Menurut pedagang seragam sekolah di Pasar THM Tarakan, penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu turunnya daya beli masyarakat kemudian termasuk perubahan kebijakan sekolah yang lebih fleksibel dalam hal seragam.
"Tahun kemarin biasanya dua minggu jelang masuk sekolah cukup ramai, tapi tahun ini penjualan menurun hanya beberapa set saja yang terbeli," ujar salah satu pedagang Fida, Selasa (8/7).
Pedagang lainnya Hendri juga mengalami hal serupa penjualan seragam sekolah menurun karena banyak orang tua yang memilih untuk membeli seragam yang disediakan pihak sekolah.
"Kebayakan wali murid membeli di sekolah, padahal sebenarnya sekolah gak boleh menjual seragam tapi faktanya berbeda," ucapnya.
Penurunan penjualan seragam sekolah ini tentu saja berdampak pada bisnis konveksi dan toko-toko yang menjual seragam sekolah.
Hendri berharap kalau bisa pihak sekolah hanya fokus di mengajar tidak untuk berjualan baju seragam karena dampaknya sangat berpengaruh ke pedagang yang mengalami penurunan pendapatan.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim