TARAKAN - Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kota Tarakan. H. Joesoef Abdullah, S.H., mantan Wakil Wali Kota Tarakan periode 1999-2004, telah tutup usia pada Selasa (1/7) petang di kediamannya, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan. Beliau menghembuskan napas terakhir dalam usia 84 tahun.
Kabar kepergian tokoh senior ini menyebar cepat di kalangan masyarakat, birokrasi, serta para aktivis sosial dan pendidikan. Sosok H. Joesoef Abdullah selama ini dikenal sebagai pribadi yang sederhana, bersahaja, namun teguh dalam prinsip dan penuh dedikasi terhadap pembangunan daerah.
Ia adalah Wakil Wali Kota Tarakan pertama, menjabat mendampingi Wali Kota Jusuf Serang Kasim setelah Kota Tarakan resmi menjadi daerah otonom pada 1999.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhum wafat secara tenang, tanpa adanya keluhan penyakit serius sebelumnya. Menurut keterangan yang dihimpun dari keluarga dekat, wafatnya beliau disebabkan oleh faktor usia.
“Tidak ada penyakit apa-apa, memang karena usia. Beliau berpulang dengan tenang di rumah, dikelilingi keluarga,” ujar seorang kerabat kepada Radar Tarakan.
Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Rabu (2/7) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Kelurahan Sebengkok, selepas salat Zuhur.
Sejumlah tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta mantan kolega politik dan rekan seperjuangan dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
H. Joesoef Abdullah tidak hanya dikenal sebagai birokrat, namun juga seorang aktivis pendidikan dan sosial.
Ia merupakan salah satu tokoh pendiri Universitas Borneo Tarakan (UBT), sebuah perguruan tinggi negeri pertama di Kalimantan Utara yang hingga kini menjadi tulang punggung pendidikan tinggi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.
Semasa hidup, dedikasinya terhadap pengembangan Tarakan terlihat dari sikapnya yang konsisten dalam mendorong pembangunan berbasis pelayanan publik dan kemajuan sumber daya manusia.
Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, menjembatani banyak kepentingan dan menjadi tokoh pemersatu di tengah dinamika politik daerah pada awal reformasi.
Bagi masyarakat Tarakan, almarhum bukan sekadar pejabat publik, tetapi juga figur ayah, guru, dan teladan yang banyak meninggalkan warisan pemikiran dan semangat pengabdian.
Kepergiannya menyisakan duka bagi banyak kalangan yang mengenal beliau sebagai tokoh yang selalu hadir saat masyarakat membutuhkan arahan dan solusi.
Kepergian H. Joesoef Abdullah merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi sejarah panjang pembangunan Kota Tarakan.
Sosoknya akan terus dikenang sebagai bagian dari generasi pelopor yang berjasa dalam meletakkan dasar-dasar pemerintahan kota yang kini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi dan pendidikan di Kalimantan Utara.
Selamat jalan, Bapak H. Joesoef Abdullah. Jejak langkah dan keteladananmu akan abadi dalam ingatan masyarakat Tarakan. (*/wld)
Editor : Azwar Halim