TARAKAN - Taman Oval daerah Lingkas Ujung selama bertahun-bertahun tak menunjukkan grafik peningkatan pengunjung, hal ini disebabkan kurangnya penerangan pada area taman.
Di malam hari, kondisi taman terlihat gelap dan sunyi, tak seorangpun berminat mengunjungi tempat rekreasi tersebut, salah satu taman tertua yang ada di Tarakan ini kondisinya seperti taman terbengkalai yang kurang mendapat perhatian khusus.
Koordinator Lapangan Taman Oval, Artur mengatakan, pengadaan lampu taman sudah diusahakan dengan mencoba berkomunukasi dengan dinas-dinas terkait, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
"Untuk pemasangan lampu kita sudah coba komunikasikan dengan Dishub dan DLH, sempat koordinasi juga dengan Disbudporapar" ujarnya, Senin (30/6).
Artur mengungkapkan pemasangan lampu di area Taman Oval Lingkas Ujung sepertinya belum menjadi prioritas pemerintah, mengingat penghematan anggaran masih berlangsung sehingga program lebih menyasar ke lini-lini yang lebih substansi.
"Ya kita berharapnya lampu segera dipasang supaya ramai pengunjung, dari Disbudporapar sendiri membuka peluang bagi UMKM yang ingin berjualan di area taman, namun minat pedagang masih kurang karena melihat kondisi taman yang sepi,"
Terpisah, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Chaizir Zain mengungkapkan, saat ini timnya hanya berfokus pada perawatan ruang terbuka hijau.
"Sementara kita fokus ke rehabilitasi keindahan dan kebersihan taman karena banyak anggaran yang dikurangi sebab efisiensi," terangnya.
Sebagai ruang publik, tentu minimnya penerangan di Taman Oval Lingkas Ujung perlu diperhatikan agar kondisinya tidak terbengkalai, jika taman ramai pengunjung perlahan pelaku UMKM juga akan berani berjualan di area taman dan menciptakan roda ekonomi baru. (*wld)
Editor : Azwar Halim