TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan mengklaim terjadi penurunan signifikan dalam jumlah penyalahguna narkotika di wilayah rawan Kelurahan Selumit Pantai. Penurunan ini disebut mencapai sekitar 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan dan laporan operasi yang dilakukan pihaknya, aktivitas penyalahgunaan narkoba mengalami penurunan drastis.
“Kalau tahun kemarin jumlah yang kita amankan mencapai 500 sampai 550 orang, tahun ini sampai pertengahan tahun baru sekitar 30 orang,” ungkapnya.
Meski demikian, BNNK Tarakan tidak serta-merta berpuas diri. Evon mengungkapkan adanya potensi kebangkitan kembali titik-titik rawan yang sebelumnya sudah ditertibkan. Sejumlah informasi dari masyarakat dan Ketua RT menyebut adanya kemunculan kembali pelaku lama, serta pemain baru yang mencoba memanfaatkan situasi.
“Sekarang mulai tumbuh kembali. Beberapa mantan pengguna dan penjual yang dulu sudah tidak aktif, kini mulai muncul lagi. Ini yang sedang kita antisipasi,” lanjutnya.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan belakang kantor BRI yang diduga mulai dijadikan lokasi transaksi narkoba, masih dengan modus lama seperti menggunakan lubang-lubang tersembunyi. Namun hingga saat ini, belum ada kasus yang berhasil ditindak dari wilayah tersebut karena pelaku masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
BNNK juga menerima laporan dari warga terkait dugaan aktivitas narkoba di dekat Baznas, wilayah Selumit. Namun saat dilakukan penindakan, petugas belum menemukan barang bukti.
Selain di Selumit Pantai, aktivitas peredaran narkoba kini mulai menyebar ke beberapa wilayah lain seperti Bengko dan Bengkasujung. Menurut Evon, pergeseran ini merupakan tantangan baru yang perlu diwaspadai bersama.
“Rata-rata pelakunya adalah pemain lama, tapi juga ada pemain baru. Mungkin karena faktor ekonomi juga mereka coba-coba bermain lagi,” katanya.
Menanggapi perkembangan ini, BNNK kini mengubah strategi penanganan. Bila sebelumnya patroli rutin dilakukan di wilayah rawan, kini operasi lebih difokuskan kepada pengungkapan jaringan penjual dan bandar.
Operasi ini dilakukan bersama BNN Provinsi (BNNP) Kaltara dan pembentukan tim khusus yang dikendalikan langsung oleh Kepala BNNP.
“Arahan dari pusat jelas, tahun ini kita fokus menyasar para pengendali. Jadi pengamanan lebih mendalam, tidak sekadar patroli biasa,” pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim