TARAKAN - Dalam upaya mempersiapkan generasi masa depan yang lebih siap dan berdaya saing tinggi, kini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Coding sebagai bagian dari kurikulum.
Dosen STIMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan, Muhammad menjelaskan, Coding dan AI masuk sekolah merupakan sesuatu hal yang positif namun perkembangan IT tidak bisa berjalan sendiri.
Pemerintah harus berperan menyediakan perangkat pendukung seperti penyediaan jaringan komunikasi di Kaltara lebih memadai.
"Pemerintah harus bisa mengintervensi ke penyedia jaringan dalam hal ini Telkom dan Telkomsel," ujarnya, Minggu (8/6).
Sambungnya, kemudian peran sekolah bagiamana AI dan Coding ini bisa maksimal dan tidak menimbulkan dampak yang negatif.
Terlepas dari majunya atau tidaknya teknologi di Kaltara. Hal tidak bisa dipisahkan juga dari peran para orang tua untuk mengawasi anak-anak dalam pemanfaatan teknologi secara masif.
"Kemudian AI dan Coding ini masuk untuk memaksimalkan logika berpikir anak-anak namun jangan sampai masuk sekolah membawa hal yang negatif ke sisi yang lain," paparnya.
Muhamad menambahkan, untuk meningkatkan sinyal komunikasi di wilayah Kaltara yang belum terjangkau, di setiap pembahasan anggaran pemerintah harus konsisten untuk menyiapkan instalasi ini secara merata.
"Cobalah untuk diperluas lagi, selain AI dan Coding masuk sekolah, tetapi juga bisa masuk di desa-desa," tuturnya.
Sambung Mahasiswa S3 Informatika di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta ini, masyarakat di desa-desa pedalaman yang ada di Kaltara memiliki hak yang sama dengan masyarakat di Kota sehingga pemerintah juga perlu mempersiapkan infrastruktur jaringannya.
"Sehingga anak-anak di desa ini tidak gaptek jika dikemudian hari mau melanjutkan pendidikan ke kota," ungkapnya.
Dirinya berharap program ini bisa merata untuk keseluruh sekolah-sekolah yang ada di Kaltara dan untuk membentuk SDM para pengajar secara masif, jangan sampai Kaltara terlambat dibandingkan dengan daerah lain.
"Jangan langsung start di siswa, tetap harus melatih dulu tenaga pengajar ini, terkait dengan AI dan Coding ini," pungkasnya. (nkl)
Editor : Azwar Halim