Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Satpolairud Tarakan Ingatkan Potensi Bahaya di Balik Air Pasang

Eliazar Simon • Selasa, 27 Mei 2025 | 15:03 WIB
LARANGAN: Spanduk larangan berenang yang dipasang Satpolairud Polres Tarakan di wilayah pesisir. FOTO: SATPOLAIRUD POLRES TARAKAN
LARANGAN: Spanduk larangan berenang yang dipasang Satpolairud Polres Tarakan di wilayah pesisir. FOTO: SATPOLAIRUD POLRES TARAKAN

TARAKAN - Tragedi meninggalnya seorang remaja di perairan Pelabuhan Tengkayu II Tarakan saat berenang di laut, membuat Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Tarakan mengambil langkah agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Salah satunya dengan memasang spanduk larangan berenang di sejumlah titik rawan di wilayah pesisir.

Kasat Polairud Polres Tarakan, Iptu Prabowo Eka Prasetya, menegaskan, pihaknya juga akan meningkatkan patroli untuk memberikan himbauan agar anak-anak tidak berenang sembarangan di laut.

“Kami selalu menghimbau anak-anak yang kedapatan berenang atau bermain di air agar segera naik ke dermaga.

Aktivitas tersebut sangat berbahaya bila dilakukan tanpa pendampingan profesional,” ujar Prabowo, Selasa (27/5).

Ia menambahkan, spanduk larangan tersebut sudah terpasang di lokasi-lokasi seperti Juwata Laut, Selumit Pantai, Lingkas Ujung, Pantai Amal, serta wilayah perikanan Karang Anyar Pantai.

Lokasi tersebut kerap dijadikan tempat bermain anak-anak saat air pasang.

"Kalau pun kita melakukan patroli di satu titik, tapi di tempat lain bisa saja kejadian seperti di Pantai Amal atau Karang Anyar Pantai.

Jadi kami butuh peran serta semua elemen masyarakat untuk mengingatkan kepada anak-anaknya. Terutama yang berada di wilayah pesisir," ujarnya.

Selain arus yang sulit diprediksi, faktor lainnya yang bisa mengancam keselamatan anak-anak yang berenang di laut yaitu keberadaan buaya dan lalu lintas kapal nelayan.

Bahkan diwaspadai juga adanya speedboat yang melintas dapat membahayakan anak-anak yang berenang karena kepala mereka bisa tidak terlihat, berpotensi tertabrak.

Prabowo juga mengingatkan peran penting orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama yang tinggal di kawasan pesisir.

Pengawasan keluarga dianggap sebagai langkah utama pencegahan sebelum intervensi dari pihak keamanan.

“Sosialisasi sudah kami lakukan ke masyarakat pesisir. Namun tetap, pengawasan dari orang tua sangat kami harapkan.

Kami berharap dengan adanya pemasangan spanduk dan patroli rutin, risiko kecelakaan di perairan dapat diminimalisir,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #Satpolairud Tarakan #air pasang #bahaya