TARAKAN - Minat masyarakat menabung emas terus meningkat akhir-akhir ini, mengingat harga emas dikatakan cukup tinggi dan mengalami kenaikan signifikan di tahun 2025.
Pimpinan Pegadaian Cabang Tarakan Yasir menyampaikan dan mengedukasi masyarakat, bahwa menabung emas tidak harus menunggu harga naik terlebih dahulu, justru konsistensi jangka panjang menjadi kunci utama dalam investasi emas.
"Sebenarnya investasi emas itu bukan karena harganya lagi naik, ketika lagi ada uang dingin investasikan saja tanpa harus nunggu harga naik, karena harganya akan naik terus tiap tahun, justru nunggu harga naik itu untuk nanti panennya alias tebus emasnya," ujarnya, Senin (19/5).
Dirinya juga menjelaskan peran penting menabung emas dalam kehidupan yang tidak hanya untuk kebutuhan investasi, tetapi juga untuk menjaga nilai kekayaan kita di masa depan, di mana emas dan uang memiliki nilai yang bertolak belakang kedepannya.
"Bukan soal investasi saja, menabung emas menyangkut strategi kita dalam menjaga nilai kekayaan di masa depan, uang seratus ribu dalam 5 tahun ke depan bisa berkurang nilainya, tapi emas akan terus meningkat, bayangin emas batangan 3 gram saja yang kita simpan per hari ini bisa untuk beli seekor kambing," terangnya.
Yasir menyambut positif terkait meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menabung emas, Ia berharap ini bukan hanya sekedar untuk kepentingan mengikuti tren semata, melainkan karena murni pemahaman masyarakat atas kebermanfaatan emas di masa mendatang.
"Tentu saya senang, selama tidak mengganggu cashflow maka investasikanlah uang ke emas, di pegadaian juga banyak program dengan sasaran masyarakat yang tepat untuk menabung emas, yang penting nabungnya bukan karena fomo, takutnya lagi gak punya uang tapi maksain nabung emas ya jangan," tukasnya.
Hingga berita ini terbit, harga emas di Pegadaian masih bervariasi dengan perbedaan yang tidak terlalu jauh. Emas Galeri 24 per gramnya senilai Rp 1.866.000, emas antam per gramnya senilai Rp 1.941.000 dan emas UBS per gramnya senilai Rp 1.886.000. (*wld)
Editor : Azwar Halim