TARAKAN - Dari sekian banyak taman rekreasi di Kota Tarakan, ada satu taman yang terpantau selalu sepi pengunjung, yaitu Taman Bertuah yang berlokasi di Jalan Keramat, seberang Tenis Indoor Keramat.
Pada 2018 silam, taman ini didirikan sebagai tempat rekreasi dan bermain layaknya taman-taman lain seperti Taman Berlabuh, Taman Berkampung dan Taman Oval. Namun, laju jumlah pengunjung di sana tak seperti taman-taman yang disebutkan tadi.
Chaizir Zain, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan mengungkapkan, kurangnya peminat yang berkunjung ke Taman Bertuah disebabkan sulitnya tempat parkir dan kurangnya perluasan area Ruang Taman Hijau (RTH) beserta sarana prasarana lainnya.
"Taman Bertuah itu terbatas RTH-nya, sulit untuk diperluas dan melakukan kegiatan rehab lainnya karena di situ ada sumur aktif," ujarnya, Jumat (9/5).
Ia mengatakan, perluasan area taman maupun tempat parkir agar menarik pengunjung datang pernah diusulkan, namun terbentur izin dari Pertamina karena keberadaan sumur aktif di sana.
"Terbentur kebijakan dari Pertamina, karena sebelum taman tersebut dibuat ada perjanjian juga dengan Pertamina terkait area-area mana saja yang bisa digunakan," sambungnya.
Di sisi lain, rehabilitas taman kota seperti Taman Oval, Berlabuh, Berkampung dan Rajawali tengah difokuskan DLH guna memelihara dan meningkatkan fungsi taman agar tetap optimal sesuai dengan peruntukannya.
"Kalau untuk Taman Bertuah tetap ada pemeliharaan dan perawatan, namun untuk perbaikan, perluasan dan lain-lain butuh pembicaraan lagi dengan pihak terkait, apalagi ada efisiensi anggaran jadi harus tepat sasaran anggaran yang diperuntukkan, sifatnya juga belum mendesak," tutupnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim