TARAKAN - Maraknya fenomena organisasi masyarakat (ormas) meresahkan di Indonesia, membuat pemerintah memberi perhatian khusus pada aktivitas ormas di seluruh Indonesia.
Sehingga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tarakan terus berupaya melakukan pemantauan pada ormas yang eksis di Tarakan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Kesbangpol Tarakan Muhammad Harris memastikan jika seluruh ormas yang terdaftar di Kota Tarakan memiliki kegiatan sosial yang jelas dan pro belum pernah terlapor sebagai ormas meresahkan.
Selain itu dikatakannya pihaknya juga intens melakukan komunikasi kepada semua ormas di Tarakan.
"Kami sebetulnya sudah membuat tim terpadu melalui surat keputusan wali kota bahwa setiap organisasi masyarakat, paguyuban, LSM dan sebagainya, itu sudah melakukan verifikasi saat mereka melakukan pendaftaran. Jadi kami akan memonitoring ke masing-masing sekretariat. Mulai dari ADRT-nya, ideologinya, sekretariatnya bagaimana, itu cerminan dari masing-masing ormas," ujarnya, Selasa (13/5).
"Karena organisasi itu ujung tombak sebetulnya. Karena itu refrensentasi daripada masyarakat bahwa keamanan itu faktor utama pendukung terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Kalau tidak aman kan kita tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Intensitas kami melakukan dialog kan kami punya kontak masing-masing. Kita sering menanyakan keadaan kita juga sering diundang oleh teman-teman ormas. Baik dalam kegiatan eksternal maupun internal," sambungnya.
Diungkapkannya, ormas merupakan cerminan kehidupan masyarakat di suatu daerah. Sehingga menurutnya, di daerah yang kehidupan masyarakatnya stabil ormasnya cenderung terorganisir dengan baik. Namun hal tersebut akan berbeda jika masyarakat mengalami kesenjangan sosial yang signifikan.
"Sejauh ini Tarakan jauh lebih terawasi yah, karena intensitas kita ini kan setiap hari yah karena kalau bicara tugas fungsi Kesbangpol adalah mata dan telinga pemerintah daerah. Tugas Kesbangpol adalah ujung tombak dari kebijakan publik kepala daerah. Sejauh ini Alhamdulillah masih dalam posisi aman," pungkasnya. (zac)
Editor : Azwar Halim