TARAKAN - Memasuki Ramadan masyarakat mulai berbelanja kebutuhan dapur untuk mempersiapkan hidangan sahur dan berbuka puasa di Ramadan.
Sehingga di bulan ramadan konsumsi masyarakat cenderung mengalami peningkatan dibandingkan hari biasanya. Menyadari kondisi ini, Perum Bulog Tarakan memastikan ketersediaan stok beras untuk kebutuhan masyarakat.
Selain itu, stok tersebut juga disiapkan untuk mengintervensi harga jika nantinya terjadi lonjakan harga beras.
Saat dikonfirmasi, Kepala Perum Bulog Divre Tarakan, Sri Budi Prasetyo menerangkan, guna memastikan masyarakat dapat mendapatkan beras dengan harga terjangkau nantinya Bulog bersama pemerintah akan mengeluarkan gerakan pasar murah dan menyalurkan ke outlet-outlet mitra di Tarakan.
"Karena operasi pasar dengan PT Pos melalui Agripos ini selain bekerjasama dengan Bulog juga PT PN dan ID food. Selanjutnya bekerjasama dengan dinas terkait untuk melakukan GPM (Gerakan Pasar Murah). Kalau GPM kemarin kita belum ada beras SPHP, nanti ke depannya beras SPHP bisa disalurkan ke GPM lagi," katanya, Jumat (28/2).
"Terus yang ketiga, kami juga bisa bekerjasama dengan UPT dinas, ada outletnya nanti kami juga bisa berjualan di situ terkait dengan beras SPHP. Selanjutnya dari outlet binaan kami itu RPK, kami juga sudah bisa mulai berjualan. Rencana hari Sabtu dan Minggu nanti, untuk pertama kalinya kami akan mendroping dulu pasar-pasar. Karena kan masyarakat lebih suka ke pasar. Kita droping pertama, selanjutnya hari Senin kita menyalurkan ke outlet-outlet," lanjutnya.
Dikatakannya, selain beras Bulog Tarakan dalam waktu dekat mulai memasarkan jagung pipil di Kaltara. Diuraikannya, selain dapat menjadi bahan makanan kue, jagung pipil tersebut juga dapat menjadi makanan pokok selingan pengganti nasi.
"Dan juga kami memperoleh penugasan, untuk memasarkan jagung pipil. Jadi jagung pipil dari petani, kami beli dengan harga Rp 5.500 selanjutnya kami taruh di gudang untuk menjadi stok. Selain itu, kami juga ada penugasan terkait operasi pasar menjelang bulan ramadan. Jadi operasi pasar ini, bekerjasama dengan pertama PT pos, jadi PT Pos memperoleh perintah, untuk melakukan operasi pasar sampai tanggal 29 Maret di outletnya dengan nama agripos. Itu rencana komunitas di sana beras SPHP, minyak goreng, dan dari BUMN lain, mungkin bisa daging atau telur," pungkasnya. (zac)
Editor : Azwar Halim