TARAKAN - Pemandangan mengerikan terlihat dari sebuah bangunan rumah milik seorang pemulung bernama Petronela Inaleing (46) yang mengais rezeki di sekitar TPA Hake Babu bagaimana tidak, bangunan rumah yang ditempati wanita paruh baya ini mengalami kemiringan yang tidak wajar.
Selain itu posisi rumah di sekitar lereng bukit menambah kesan horor bagi siapa saja yang melihat. Apalagi, penghuni bangunan tersebut merupakan 1 keluarga dan juga terdapat seorang anak balita
Menanggapi kondisi tersebut, Pj Wali Kota Tarakan Dr Bustan mengungkapkan, dirinya cukup prihatin masih adanya masyarakat Kota Tarakan yang tinggal di bangunan yang tidak layak bahkan cukup membahayakan.
Diungkapkannya, pihaknya terkejut saat melihat kondisi bangunan, sehingga pihaknya berinisiatif menawarkan sang penghuni untuk tinggal di rusunawa dengan bantuan pemerintah.
"Saya baru melihat ada satu kondisi rumah pekerja lepas di TPA (pemulung) yang kondisinya sangat memprihatikan. Bangunan rumahnya miring dan hanya diganjal bambu dan kayu untuk menahannya. Sehingga kami tadi tawarkan solusi untuk bersangkutan tinggal di rusunawa, tapi bersangkutan masih mempertimbangkannya dengan alasan tempat kerjanya di TPA jadi dia harus tinggal di sekitar TPA," ujarnya, Jumat (17/1).
"Bersangkutan ini tinggal bersama anak dan cucunya. Saya anggap sangat tidak layak dan membahayakan mereka sendiri.
Saya minta jajaran saya lurah dan camat menindaklanjuti ini, kita khawatir saat rumahnya roboh penghuninya ada di dalam rumah.
Sebenarnya pemerintah punya program bedah rumah, tapi lagi-lagi kita tidak bisa melakukan ini, karena bersangkutan menempati tanah yang bukan miliknya (menumpang), karena bedah rumah sifatnya bangunan permanen yang memang berada di atas lahan milik penghuninya," sambungnya. (zac)
Editor : Azwar Halim