Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Operasi SAR Turun Sepanjang 2024

Radar Tarakan • Selasa, 17 Desember 2024 | 12:18 WIB

 

Syahril BASARNAS
Syahril BASARNAS

BASARNAS Tarakan mencatatkan adanya penurunan operasi SAR apabila dibandingkan tahun 2023. Di tahun ini hanya ada 12 kali operasi SAR. Sementara di tahun lalu 30 operasi SAR yang dilakukan Basarnas.

Meski ada penurunan kejadian, Basarnas Tarakan meminta atensi dari stakeholder terkait untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang bisa menyebabkan korban jiwa.

Kepala Basarnas Tarakan Syahril mengatakan, terkait evaluasi dalam melaksanakan operasi SAR, tidak hanya dilakukan pihaknya namun harus melibatkan semua pihak.

"Karena kalau evaluasi itu pasti ada sebab dan akibatnya. Kalau ada ada kecelakaan, itu pasti ada faktor cuaca, atau permasalahan di kapal, apakah sesuai dengan kapasitas kapal. Makanya kita harus duduk bersama," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk evaluasi harusnya ada pengurangan tingkat risiko. Terlebih lagi kejadian kecelakaan di laut yang paling mendominasi terjadi di Kaltara dan memakan banyak korban jiwa.
"Makanya ini harus menjadi perhatian yang serius. Apalagi bagi teman-teman yang ada di perhubungan," imbuhnya.

Berkaca dengan kecelakaan kapal yang ditangani, meski telah dilakukan operasi SAR namun tetap didapati korban jiwa. Menurutnya, stakeholder terkait harus lebih teliti lagi dalam melakukan pemeriksaan sejumlah alat keselamatan dan kelaikan kapal dalam berlayar.

"Itu kalau tidak salah terdapat tiga ABK yang menjadi korban dan lokasi kejadian tidak jauh dari daratan. Tapi karena mereka panik akhirnya tenggelam. Harusnya diberi pemahaman untuk keselamatan seperti jangan panik, menggunakan life jacket," ujarnya.

Untuk itu, evaluasi dalam penanganan SAR diharapkan jadi perhatian bersama. Apalagi ada korban jiwa. Selain itu, Syahril berharap terdapat penegakan hukum jika terdapat kelalaian yang sampai menghilangkan nyawa seseorang.

Pihaknya juga telah menyiapkan pelatihan bagi personel yang turun dalam operasi SAR.

"Harus ada penegakan hukum. Ini masalah nyawa. Kalau kita hanyalah imbauan, seperti mempertimbangkan cuaca, atau himbauan lainnya ada teman-teman dari KSOP maupun perhubungan," pungkasnya. (zar/ana)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #basarnas #operasi SAR #evaluasi