Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Berawal dari Hobi Fashion, Putri Punya Toko Sendiri dengan Brand Putch

Radar Tarakan • Sabtu, 28 September 2024 | 10:36 WIB

 

ISTIMEWA PRODUK LOKAL: Putri menunjukan produk tas hasil kerajinan tangan warga lokal.
ISTIMEWA PRODUK LOKAL: Putri menunjukan produk tas hasil kerajinan tangan warga lokal.

TARAKAN - Mempunyai usaha atau bisnis yang sukses tentu menjadi impian semua orang. Namun untuk menuju kesana perlu ketekunan, perjuangan dan kerja keras untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Seperti Putri atau yang dikenal dengan Putcah, ia punya bisnis menjual tas lokal. Ia menggeluti bisnis ini sejak tahun 2021. Berawal dari kesukaannya pada fashion, sehingga muncul ide untuk membuat brand sendiri yaitu Putch.

“Brand Putch ini diambil dari nama ku sendiri, dari namaku Putcah ke Putch, kenapa Putch supaya lebih gampang diingat. Karena aku sendiri kan suka fashion, suka sharing soal seputar fashion. Makanya aku ingin, kenapa aku ngak kembangin aja hobi aku ini buat brand sendiri, makanya terbitlah Putch ini,” katanya saat diwawancarai Radar Tarakan.

Perempuan kelahiran 1997 ini mengatakan, brand Putch ini berdiri diakhir tahun 2021. Saat itu belum banyak brand lokal tas dan produksi lokal yang dibuat oleh pengrajin lokal. Sehingga itu yang membuat ia terjun ke bisnis jual tas lokal. Saat itu produknya hanya tas.

Dalam menjalankan usahanya, Ia menjual tas lokal tersebut secara online lewat media sosial seperti Instagram. Pemesanan pun juga secara online. Seiring berjalannya waktu, awal tahun 2023 Ia membuka toko sendiri.

“Diawal tahun 2023 itu, karena suami aku punya coffeeshop, jadi aku mikir kenapa aku ngak sharing tempat sama suami aku, ada space kecil di coffeshop suami aku yang dipakai untuk display tasnya. Variasinya juga belum banyak, masih jual pelan-pelan dan modelnya belum banyak, terus berkembang sampai awal tahun 2024, bulan september ini aku buka toko sendiri sebelahan dengan coffeshop suami aku,” tuturnya.

Setelah punya toko sendiri, Ia kemudian membuat logo dan makna dari brand Putch, font logo dan identitasnya juga dibuat jelas, supaya bisa dikenal oleh banyak orang. “Berjalanya waktu, brand Putch kini mulai dikenal, saya memperkuat brand Putch dengan membuat logo dan maknanya supaya lebih dikenal orang, font logo semuanya dibuat jelas identitas brandnya,” ungkapnya.

Setelah punya toko sendiri, produk yang dijualpun tidak hanya tas, Ia mulai merambah ke baju dan jilbab. Di tokonya saat ini hanya menjual tas, baju dan jilbab. Semuanya produk dibuat oleh konvensi warga lokal, produksinya di Bandung.

“90 persen semuanya buatan warga lokal, made in Indonesia. Namun ada juga sebagian campuran dari buatan luar, tapi tetap yang diutamakan dan diprioritaskan adalah buatan Indonesia,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, produk brand Putch telah terjual ke berbagai daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) seperti, Tanjung Selor dan Nunukan, bahkan produk Putch terjual ke Balikpapan. Untuk bisa bersaing dan memperluas jangkauan pembeli ke daerah lain, ia pun merambah ke dunia digital dengan menjualnya di e-commerce Shopee.

“Tujuanya kita jual di e-commerce Shopee supaya kita bisa jangkau daerah di luar Kaltara, supaya customer lain bisa kenal Putch, seperti di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan daerah lain di Indonesia. Menurut aku kalau lewat e-commerce lebih terpercaya dan bantuan subsidi ongkos kirim juga sangat membantu untuk aku yang tinggal di Kaltara. Kalau produk saya sebulan itu bisa terjual sebanyak 500 item,” terangnya.

Menyikapi persaingan produk lokal dan produk luar yang dipasarkan diluar sana, ia mengatakan harus tetap percaya sama kualitas produk lokal dan mencintai produk-produk dalam negeri.

“Prioritas Putch adalah memproduksi hasil tangan lokal dengan bahan baku utama lokal juga, karena selain bahan baku, pengrajin lokal Indonesia punya potensi besar untuk bisa bersaing dengan produk luar, jadi kita maksimalkan potensi yang ada. Harga produk Putch juga dibuat terjangkau agar bisa dijangkau banyak kalangan namun tetap mengedepankan kualitas,” pungkasnya. (adv/dob)

Editor : Azwar Halim
#fashion #tarakan #kaltara #Brand Putch