TARAKAN - Antusias masyarakat menggunakan jasa transportasi kapal laut juga membuka peluang dibukanya rute baru. Pemerintah harus mengantisipasi lonjakan kebutuhan keberangkatan masyarakat dari tahun ke tahun.
Pemkot Tarakan telah mengusulkan penambahan rute pelayaran dari Tarakan-Surabaya, Surabaya-Tarakan.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni, Nuraini Dessy mengungkap guna memaksimalkan layanan kapal laut di Tarakan, pihaknya telah mengirim surat pengajuan rute kapal dari Tarakan menuju Surabaya.
Namun, saat ini pengajuan itu masih dalam tahapan pembahasan bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Dengan peningkatan penumpang setelah Pelni melakukan pembenahan pelayanan kapal laut kami.
Sementara ini trayeknya Kapal Bukit Siguntang dan Lambelu sudah terbentuk secara dua minggu dan setiap minggu singgah ke Tarakan.
Sudah diajukan nanti efeknya seperti apa ketika kapal ini kita bawa ke Surabaya. Tapi apa pun itu kita menunggu Kementerian Perhubungan,” ujarnya, Kamis (5/9).
Penambahan tersebut merupakan permintaan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, sudah ditindaklanjuti dengan menyurati Kemenhub agar dapat diamini.
Kendati demikian, ia mengakui jika pengusulan tersebut memerlukan proses panjang dan memerlukan penambahan armada.
"Nanti kita lihat, kalau kepastiannya kami juga masih menunggu. Karena sebelumnya juga Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan meminta agar kapal rute Tarakan ke Surabaya segera beroperasi.
Hal ini dirasa perlu, mengingat tingginya permintaan keberangkatan menuju Surabaya. Melihat tingginya aspirasi masyarakat yang menginginkan rute kapal menuju Surabaya.
Perkembangannya dishub provinsi juga telah menyurat permohonan rute tersebut ke Dirjen Perhubungan," katanya.
"Wacana ini sebenarnya usulan Pemkot Tarakan agar kapal Pelni membuka pelayanan rute Tarakan-Surabaya dan sebaliknya, sehingga usulan ini kami tindaklanjuti mengirimkan surat ke Kemenhub.
Meski ada permintaan dari pemda dalam hal membuka rute baru, kami tidak bisa serta merta langsung mengabulkan usulan dari daerah.
Sebab saat ini armada yang dimiliki PT Pelni sangat terbatas. Sehingga perlu adanya persetujuan Kemenhub agar kami bisa melaksanakan penambahan armada atas dasar penambahan rute," jelasnya.
Sehingga dengan menambah pelabuhan singgah secara otomatis ada pelabuhan yang ditinggalkan.
Sehingga penambahan rute atau trayek harus didukung dengan penambahan armada kapal. Untuk armada PT Pelni yang operasional saat ini ada 26 unit. PT Pelni berencana akan melakukan pengadaan kapal melalui dana PMN.
Total pengadaan untuk PMN di tahun 2024 sebanyak tiga unit dan dananya baru cair di 2024 untuk membayar DP tiga kapal.
"Untuk proses pengadaannya (armada) itu bisa memakan waktu dua tahun. Saat ini Pelni sedang proses menunggu kapal baru, tapi apakah nanti kapal itu bisa digunakan untuk rute baru sebagaimana permintaan Tarakan bisa mengangkut penumpang rute Surabaya, kami belum bisa memastikan.
Tergantung apakah disetujui Kemenhub atau tidak. Apalagi kapal nanti sifatnya mengantikan kapal tua yang sudah uzur, bukan bersifat penambahan. Jadi walaupun yang baru beroperasi jumlah armadanya masih sama," tukasnya.
"Nanti kita lihat ya untuk trayeknya. Kapasitas kapal baru tipe 1.000 penumpang. Operasinya nanti di 2027.
Untuk kapal berusia tua di atas 30 tahun itu ada sebanyak 12 kapal. Jadi sistemnya menggantikan kapal yang sudah tua.
Mungkin teman-teman sudah tahu kemarin kejadian Umsini yang terbakar di Makassar, kapal ini bisa dibilang paling tua.
Efek kebakaran kemarin, mengalami kendala operasional dan ini salah satu target yang memang akan digantikan di 2027 nanti. Doakan lancar," ungkapnya.
Lanjutnya, PT Pelni sebagai badan usaha milik negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang dan melayani 1.058 ruas dan menyinggahi 71 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PT Pelni juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3T.
"Di mana kapal Perintis menyinggahi 273 pelabuhan dengan total 3.495 ruas. Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 11 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk kapal ternak," jelasnya. (zac/lim)
Editor : Azwar Halim