TARAKAN - Beberapa kali pemadaman listrik di Kota Tarakan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Pasalnya, pemadaman listrik terjadi berdampak pada produktivitas warga.
Kendati demikian, sebagian masyarakat mempertanyakan langkah penanganan untuk melakukan maintenance tanpa melakukan pemadaman listrik. Hal itu juga yang menjadi sorotan DPRD Tarakan.
Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Muhammad Yusuf mengungkapkan jika seharusnya PLN dapat melakukan evaluasi terhadap strategi layanan.
Pihaknya cukup memahami dan memaklumi jika maintenance mengakibatkan risiko pemadaman.
Pun demikian, menurutnya dengan maintance yang dilakukan secara rutin dan sepanjang waktu, seharusnya PLN dapat menjalankan strategi maintenance tanpa harus mengorbankan layanan kepada masyarakat.
"Sejauh ini kami berharap yang terjadi pada PLN secara tekhnis, berkenan dengan layanan masyarakat.
Kami berharap ini merupakan suatu proses pembelajaran bagi PLN. Kenapa, karena begitu banyak hal yang menjadi kendala masyarakat dalam proses pemeliharaan PLN.
Idealnya ketika PLN rutin melakukan maintenance hal itu tidak memengaruhi layanan listrik ke masyarakat, apalagi hal ini terjadi bukan 1-2 bulan tapi sudah cukup lama," ujarnya, Minggu (21/7).
"Sehingga jangan sampai alasan maintenance ini dibenarkan untuk melakukan pemadaman secara berulang-ulang.
Ini akan berdampak besar bagi kegiatan usaha, UMKM dan kenyamanan masyarakat. Seharusnya ini menjadi evaluasi PLN bukan menganggap hal ini kemudian menjadi wajar.
Kita menginginkan ada terobosan PLN agar bisa melakukan maintance tanpa melakukan pemadaman listrik, misalnya dengan memanfaatkan mesin diesel solar yang ada sebagai alternatif. Mereka kan punya mesin itu," sambungnya.
Selain itu ia juga meminta jika PLN dapat transparan menyampaikan informasi saat maintenance.
Sehingga hal tersebut dapat memberikan kejelasan informasi kepada masyarakat. Karena menurutnya sejauh ini PLN belum bisa memberikan informasi yang transparan sehingga hal tersebut bisa saja menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.
"Semoga kejadian-kejadian yang berulang kali ini, menjadi evaluasi mendasar dalam rangka bagaimana memaksimalkan pelayanan PLN untuk kebutuhan masyarakat yang mendasar.
Bahkan saat paripurna pada saat itu kan kami sempat tertunda karena pemadaman listrik lalu. Itu kami langsung koordinasi ke PLN mereka jelaskan kalau ada insiden.
Kami memaklumi karena itu kejadian langkah, tapi kalau setiap Minggu Pemadaman ini rasanya tidak wajar," ungkapnya.
"Artinya dengan kejadian yang sudah terjadi, itu hal yang perlu dievaluasi secara universal berkenan dengan masalah instalasi.
Dan yang paling penting kita meminta kepada kepada PLN transparan menyampaikan kendalanya.
Bukan bentuk pemberitahuan yang tidak dicantumkan kendalanya, lokasinya di mana dan kapan pengerjaannya. Sehingga masyarakat mengetahui hal ini," lanjutnya.
Lebih jauh, menurutnya seharusnya PLN dapat lebih terbuka dan tidak ada salah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menciptakan pengawasan bersama.
Mengingat, layanan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga memiliki sensitivitas cukup tinggi saat terjadi gangguan pelayanan.
"Selain itu yang dinilai cukup rawan untuk terjadi pemadaman skala besar misalnya black out itu perlu diantisipasi sejak dini.
Tidak ada salahnya PLN memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap berapa lama pergantian alat pada gardu, apa saja aktivitas yang berpotensi mengakibatkan gangguan alat PLN. Sehingga masyarakat bisa melakukan pengawasan bersama," urainya.
"Setahu saya berkaitan dengan alat-alat kelistrikan kan ada masanya, ada masa pergantiannya, ini perlu juga diperhatikan oleh PLN.
Baca Juga: YG, Pria Berusia 20 Tahun Ini Cabuli Pacarnya yang Masih Dibawah Umur
Ketika masa alat-alatnya sudah perlu diganti, itu perlu diganti. Ketika kita melakukan koordinasi mereka (PLN) juga menyampaikan seperti demikian.
Wilayah mereka kan cukup luas misalnya terjadi kerusakan di area A misalnya, besoknya terjadi di titik B, sehingga mereka maintance setiap hari," ucapnya.
"Tapi seharusnya PLN bisa memikirkan terobosan yang membuat maintenance ini tidak berdampak ke masyarakat.
Di situlah pentingnya kemampuan manajemen ini bagaimana mereka bisa tetap melakukan perbaikan dan pemeliharaan tanpa menganggu layanan ke masyarakat.
Saya kira kejadian seperti ini sangat jarang terjadi di kota-kota besar," jelasnya. (zac/lim)
Editor : Azwar Halim