Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Realisasi Bea Masuk Tarakan dan Keluar Capai 41,7 Persen

Radar Tarakan • Kamis, 13 Juni 2024 | 09:29 WIB
REALISASI: Memasuki semester pertama 2024 realisasi Bea Cukai Tarakan sudah hampir mencapai target. FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN
REALISASI: Memasuki semester pertama 2024 realisasi Bea Cukai Tarakan sudah hampir mencapai target. FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Memasuki semester satu tahun 2024 realisasi penerimaan di Bea Cukai Tarakan sudah mencapai 41,70 persen. Berdasarkan data Bea Cukai Tarakan, hingga akhir Mei lalu realisasi bea masuk sudah mencapai Rp 7,1 miliar atau sudah mencapai 52 persen dari target. Di tahun 2024 ini, Bea Cukai Tarakan ditarget bisa mendapatkan Rp 13,7 miliar.

Sementara untuk realisasi bea keluar hingga akhir Mei lalu baru mencapai Rp 120 juta dan apabila dipresentasekan baru mencapai 2,91 persen. Di tahun 2024, Bea Cukai Tarakan diberikan target untuk pendapatan dari bea keluar yaitu Rp 4,1 miliar. Dari pendapatan bea masuk dan bea keluar yang didapatkan hingga akhir Mei yaitu mencapai Rp 7,4 miliar.

"Untuk kinerja Bea Cukai Tarakan secara umum masih on the track. Untuk indikatornya masih hijau semua," kata Kepala Bea Cukai Tarakan, Johan Pandores.

Johan mengakui, untuk target pendapatan Bea Cukai Tarakan di tahun ini mengalami kenaikan yang begitu signifikan, apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Di tahun lalu pihaknya hanya ditargetkan Rp 7 miliar untuk bea masuk dan bea keluar. Sementara di tahun ini pihaknya ditargetkan bisa mendapatkan hingga Rp 17,8 miliar. "Kami optimis sampai akhir tahun targetnya akan tercapai," ucapnya.

Terkait dengan realisasi di semester pertama, bahwa pihaknya harus mendapatkan pendapatan hingga 50 persen dari target. Johan pun tetap optimis dengan hal tersebut. Lantaran penerimaan di bulan Juni ini pihaknya belum memasukan ke data penerimaan.

"Prediksi kami untuk nanti  peningkatan agak tinggi akan terjadi di semester dua," imbuh Johan.

Johan menambahkan, di semester dua mendatang pihaknya memproyeksi importasi yang akan dilakukan beberapa perusahaan yang ada di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI). Dari situ akan ada potensi bea masuk yang lebih besar didapatkan oleh pihaknya.

"Itu kemungkinan ada barang modal yang masuk di semester dua nanti. Makanya kami optimis realisasi Rp 17 miliar akan tercapai di akhir tahun," tutur Johan.

Terkait dengan realisasi bea masuk, biasanya akan lebih besar didapatkan apabila ada impor barang modal yang dilakukan oleh perusahaan. Bahkan di tahun lalu ada salah satu perusahaan yang menyetok beberapa barang modalnya di tahun lalu namun baru akan digunakan di tahun ini.

"Kalau di tahun ini ada perusahaan yang puncak-puncaknya mengimpor barang modal di tahun ini. Yaitu perusahaan yang ada di KIHI. Jadi tahun depan mereka sudah fokus ke rekonstruksinya," tambahnya. (zar/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #Bea Cukai Tarakan