Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tiga Titik Jalan di Tarakan Tampak Sesak dan Macet, Dishub Butuh Kerja Sama

Azwar Halim • Senin, 26 Februari 2024 | 11:06 WIB
PADAT KENDARAAN: Potret kepadatan lalu lintas di ruas jalan Tarakan. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
PADAT KENDARAAN: Potret kepadatan lalu lintas di ruas jalan Tarakan. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Semakin bertambahnya penduduk di Kota Tarakan, membuat kemacetan tampak mulai terlihat di beberapa titik wilayah setiap harinya. Seperti yang kerap terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Yos Sudarso dan RE Martadinata. Sehingga hal tersebut menghambat aktivitas sebagian besar masyarakat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan Mohdi S.T, M.T, menerangkan, setiap tahunnya kendaraan selalu mengalami pertambahan hal itu menurutnya terjadi karena bertambahnya jumlah penduduk di Kota Tarakan.

"Saat ini memang sudah terasa setiap jam tertentu jalan kita sesak dan kadang macet. Cuma kadang beberapa hal penyebab macet tidak hanya kendaraan berjalan tapi juga karena ada kendaraan parki, pedagang jalan. Tapi yang paling besar penyebabnya parkir pinggir jalan karena itu mengurangi lebar jalan," ujarnya, Minggu (25/2).

"Dalam hal penindakan, sebenarnya hal tersebut masuk pada ranah kepolisian atau satpol PP. Kalau PKL bisa dipertibkan Satpol PP kalau parkir liar bisa dilakukan penilangan oleh pihak kepolisian. Kalau dishub tidak bisa melakukan penilangan cuma bisa memberi himbauan atau teguran. Memang ini perlu kolaborasi dan dalam menyikapinya. Saya kira juga masyarakat perlu edukasi dan solusinya bagaimana. Kalau tidak ada perhatian dari OPD maka kondisi ini akan semakin parah karena jumlah intensitasnya setiap tahun pasti meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk," ungkapnya.

"Seperti pedagang, toko bangunan, toko elektronik, supermarket, rumah makan itu kan masih banyak pakai badan jalan. Sehingga fenomena ini yang menyebabkan kemacetan di titik tertentu," lanjutnya.

Masyarakat biasanya memiliki kebiasaan yakni mengikuti sesuatu yang salah jika dianggap tidak melanggar dalam mencari keuntungan. Sehingga hal itulah yang saat ini membuat menjamurnya pedagang dan pelaku parkir liat lantaran kurangnya penindakan tegas yang dilakukan.

"Biasanya kalau dibiarkan maka yang lain akan mengikuti. Orang menilai kalau tidak dilarang berarti dianggap benar. Tipikal jalan di Tarakan ini masih kategori C untuk kelas nasional, ruas jalan berapa yang lewat itu masih memadai. Selain itu pengalihan arus juga mempengaruhi kemacetan. misalnya jalan ke penyebrangan di depan makmur ditutup, otomatis  kendaraan akan beralih ke Slamet Riyadi mencari jalur alternatif. Akhirnya lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi semakin padat," jelasnya.

"Solusinya mungkin kerja sama semua pihak baik dari Dishub, kepolisian, Satpol PP dan yang paling penting masyarakat. Karena walaupun petugas ini melakukan penindakan terus kalau masyarakatnya tidak sadar-sadar akan seperti itu terus. Kalau pun ada yang jerah nanti ada yang baru lagi," pungkasnya. (zac/lim)  

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara