Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Damai Bhakti di Tarakan Memprihatinkan

Azwar Halim • Senin, 15 Januari 2024 | 12:19 WIB
BERLUMPUR: Kondisi Jalan Damai Bhakti Kelurahan Karang Harapan. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BERLUMPUR: Kondisi Jalan Damai Bhakti Kelurahan Karang Harapan. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
TARAKAN - Menjadi jalan alternatif penghubung antara Persemaian, Kelurahan Karang Harapan menuju Intraca Kelurahan Juata Permai membuat jalan Damai Bhakti ramai dilalui kendaraan. Namun hingga saat ini kondisi jalan tersebut semakin memprihatinkan lantaran jalan ini belum pernah tersentuh perbaikan pemerintah. Sehingga hiasan genangan lumpur menjadi makanan sehari-hari masyarakat yang melintas.

Dede Kurniawan, ketua RT 16 Kelurahan Karang Harapan melalui salah satu tokoh masyarakat setempat menerangkan, jalan tersebut hingga saat ini belum pernah tersentuh program semenisasi maupun pengaspalan jalan.

Padahal, jalan ini merupakan salah satu jalan yang ramai dilalui masyarakat Kelurahan Juata Permai dan Karang Harapan. Sehingga ia berharap tahun ini jalan tersebut bisa dilakukan semenisasi atau pun pengaspalan.

"Di sini semua kendaraan lewat, dari motor, mobil, pikap, truk lewat jalan ini. Biasanya orang mau ke Intraca atau ke Juata potong jalan. Karena lewat depan (jalan protokol) terlalu jauh jadi orang lewat sini karena lebih dekat menuju Juata. Sejak dibuka sampai sekarang belum pernah diaspal atau semenisasi. Kami berharap ada perhatianlah mungkin di semenisasi kah atau diaspal," ujarnya, Minggu (14/1).

Sejauh ini kondisi jalan ini memang belum pernah terekspos pemerintah sehingga masyarakat setempat memaklumi jika pemerintah belum mengetahui kondisi jalan ini. Namun ia menegaskan jika beberapa RT yang terdapat di Jalan Damai Bakti telah mengusulkan perbaikan melalui musrenbang.

"Ini memang belum pernah terpublish. Karena Kami binggung juga mau melapor ke mana. Setiap hari kami melewati jalan berlumpur ini. Kadang kalau sudah parah betul, kami kerja bakti menimbun lobangnya pakai tanah. Seperti yang kami lakukan hari ini. Kalau berlumpur masyarakat masih bisa melintas tapi kalau sudah berlubang ini harus ditimbun lubangnya," tukasnya.

"Pak Wali juga pernah masuk ke sini waktu meresmikan masjid di sini tahun lalu. Beliau menjanjikan perbaikan jalan, inilah kami menunggu mudahan ada pengaspalan tahun ini. Supaya masyarakat 2 kelurahan ini bisa berkendara dengan lancar.

Karena kalau lewat jalan protokol terlalu jauh, jalan ini sebagian jalan pintas langsung ke Juata," sambungnya.

Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Muhammad Hanafiah menerangkan, pihaknya juga belum mengetahui adanya jalan alternatif yang belum tersentuh pengaspalan jalan. Kendati demikian, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.

"Terus terang kami belum mengetahui ada jalan alternatif yang belum tersentuh program perbaikan jalan. Tapi dengan informasi ini nanti kita tindaklanjuti. Memang ada kucuran anggaran perbaikan jalan tahun ini, tapi untuk tehknisnya di jalan mana saja, itu bisa langsung ke DPUPR karena mereka yang merealisasikan secara teknis. Kami hanya mengusulkan anggaran saja dan mengarahkan ke beberapa jalan yang diketahui," terangnya.

"Untuk yang menetapkan di titik mana saja itu di DPUPR. Memang di Tarakan cukup banyak jalan memprihatinkan khususnya jalan alternatif. Sehingga setiap tahun selalu dianggarkan perbaikan jalan, untuk membenahi satu persatu. Tapi memang kita juga realistis dengan keterbatasan kemampuan sehingga pemerintah tentu tidak bisa mengakomodir semua secara bersamaan," tuturnya.

Lanjut Hanafiah, sehingga setiap tahunnya ada pertimbangan prioritas. Kendati begitu, ia menegaskan DPRD Tarakan selalu mengupayakan peningkatan anggaran perbaikan jalan agar lebih banyak titik jalan yang dibenahi setiap tahunnya. Termasuk jalan yang belum pernah tersentuh perbaikan pemerintah.

"Memang anggaran kan terbatas, jadi mungkin ada yang diprioritaskan. Kalau kami dari DPRD membantu pengurusan anggaran tapi kalau penentuannya mana yang priorita tetap di PU. Kami hanya mengupayakan adanya peningkatan anggaran, termasuk program pokir.

Tapi ini juga masukan buat kami untuk nanti mengusulkan," tuturnya.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Tarakan, Sabudi hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi baik secara langsung maupun sambungan telepon. (zac/lim) Editor : Azwar Halim
#Jl Damai Bhakti #tarakan #perbaikan jalan