Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kaum Difabel Harus Diberi Peluang Kerja

Azwar Halim • Jumat, 22 Desember 2023 | 09:43 WIB
GUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN  BERDISKUSI: Suasana Talk Show yang berlangsung pada  di ruang serbaguna Pemkot Tarakan, Kamis (22/12).
GUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN BERDISKUSI: Suasana Talk Show yang berlangsung pada  di ruang serbaguna Pemkot Tarakan, Kamis (22/12).
TARAKAN - Tidak dipungkiri, hingga saat ini masih banyak kaum disabilitas yang mengalami diskriminasi dalam kehidupan sosial, baik dari segi pergaulan, bisnis, maupun pekerjaan. Sehingga pemerintah dan Perkumpulan penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) terus berupaya agar kaum difabel mendapatkan hak setara seperti pada umumnya.

Usai menghadiri kegiatan Talk Show dengan tema Mengatasi Hambatan Bagi Penyandang Disabilitas dalam Memasuki Dunia Kerja dan Wirausaha, Asisten 1 Pemkot Tarakan, Alias SKM, M.Kes mengapresiasi semangat kelompok difabel yang tergabung dalam organisasi PPDI Kota Tarakan mengelar Talk Show sekaligus wadah menyampaikan aspirasi kaum difabel.

Sehingga menurutnya, kegiatan seperti ini cukup penting untuk kembali mengingatkan pemerintah dalam memberi perhatian bagi kaum difabel di Indonesia khususnya Kota Tarakan.

"Saya kira banyak hal positif dari kegiatan ini, karena ini merupakan gambaran informasi terkait penyediaan peluang kesempatan terhadap teman-teman atau keluarga atau masyarakat difabel. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat baik sekali di dalam berbagai diskusi, ini sempat kita sepakati bahwa kegiatan seperti ini hendaknya lebih sering dilakukan,"ujarnya, Kamis (21/12).

"Salah satu outputnya disepakati untuk membentuk forum komunikasi antara semua elemen termasuk dengan instansi pemerintah, APINDO, yang merupakan media penyedia lapangan kerja yang masuk di dalam dunia pendidikan,” katanya.

Baik di pendidikan formal maupun keterampilan. Karena sekarang ini era sertifikasi. Sertifikasi merupakan salah satu regulasi untuk menetapkan tenaga kerja sesuai kompetensinya. “Harus ada regulasi yang mengatur tentang ketersediaan tenaga kerja ini," ujarnya.

Menurutnya, sudah seharusnya ada regulasi khusus yang mengatur hak-hak difabel untuk mendapatkan kesetaraan.Dengan adanya regulasi tersebut dapat memaksa perusahaan atau industri memberikan kesempatan pada kaum difabel bersaing dalam dunia kerja atau wirausaha.

"Ini bisa diberikan ketentuan untuk penyandang difabel ini kira-kira berapa persen secara proporsional. Sehingga di setiap penyediaan lapangan kerja itu ada ketentuan dan regulasi formal yang mengatur kalau misalnya di tingkat kota paling tidak dari peraturan wali kota tentang setiap perusahaan diwajibkan menyediakan berapa persen dari jumlah tenaga yang dibutuhkan kira-kira 5 sampai 10 persen peluang disabilitas terserap lapangan kerja,"terangnya.

Terkait dengan jumlah kaum difabel, ia tidak mengetahui pasti namun program pelatihan yang digelar Pemkot Tarakan selama ini sudah mengakomodir. “Memang diperlukan kegiatan seperti ini untuk terus mengingatkan dan menyampaikan kondisi teman-teman difabel saat ini,"katanya.

Sementara itu, Ridwan Kholik Biro ketenagakerjaan PPDI Kota Tarakan menerangkan, jika kondisi difabel saat ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ia menyebut beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19 lalu, sikap terhadap difabel masih lebih baik lantaran banyak difabel yang terserap di lapangan kerja.

Namun saat ini, kata dia, cukup sulit bagi kaum difabel untuk mendapatkan kesempatan kerja lantaran berbagai faktor.

"Saat ini fasilitas umum ramah difabel juga masih kurang, kemudian masih adanya diskriminasi kepada difabel di mana kita membeda-bedakan antara masyarakat pada umumnya dan difabel. Sebenarnya difabel ini tidak perlu dikasihani tapi diberikan kesempatan untuk bersaing,"terangnya.

"Kami sebagai difabel sebenarnya tidak ingin dikasihani tapi diberi kesempatan yang sama supaya kami bisa bersaing. Difabel bisa kok bersaing dengan masyarakat normal, difabel juga bisa diandalkan dalam berbagai bidang. Tapi tidak dipungkiri saat ini memang masih banyak dunia kerja yang mendiskreditkan kaum difabel hanya karena fisik Difabel kurang sempurna,"katanya.

Sehingga dia berharap dunia kerja tidak mendiskriminasi kelompok difabel yang ingin berkontribusi di sebuah perusahaan atau dunia kerja lainnya.

“Karena tentu kaum difabel memiliki keahlian sebelum melamar ke sebuah perusahaan itu. Kita tidak masalah kalah bersaing, yang penting diberikan kesempatan,"pungkasnya. (zac/ana)

  Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara