Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penyuluh Bisa Merangkap Guru Agama

Azwar Halim • Selasa, 27 Desember 2022 | 08:13 WIB
(AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)  H. M Shaberah Kepala Kantor Kemenag Tarakan
(AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN) H. M Shaberah Kepala Kantor Kemenag Tarakan
TARAKAN - Guna mengantisipasi kurangnya tenaga pengajar agama untuk pemeluk agama minoritas di Kota Tarakan, saat ini pemerintah memiliki penyuluh agama yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang ditempatkan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Selain dapat melayani penyuluhan, tenaga tersebut juga dapat difungsikan dalam memberi layanan masyarakat, salah satunya menjadi guru bagi kelompok keyakinan minoritas seperti Hindu dan Budha di Tarakan.

Kepala Kantor Kemenag Tarakan, H.M. Shaberah mengatakan, petugas penyuluh yang ada di Kemenag Tarakan dapat dimanfaatkan sekolah. "Penyuluh ini memang harus turun ke lapangan memberikan penyuluhan agama. Jika dibutuhkan sekali, bisa dimanfaatkan sebagai Guru agama di sekolah.  Kepada pengurus umat Hindu, Budha di Tarakan, di Kemenag sudah ada satu tenaga khusus penyuluh agama,” ujarnya, Senin (26/12).

Dijelaskannya, tugas penyuluh agama termasuk mengajar agama kepada masyarakat. Misalnya, jika terdapat sekolah yang tidak memiliki guru agama tertentu, sekolah dapat mengumpulkan siswa agama tertentu di satu tempat, kemudian dapat berkoordinasi mengenai jam belajar. “Misalnya ada 3 atau 4 sekolah berdekatan, kumpul di mana dan hari apa nanti penyuluh masuk mengajar. Mungkin di sekolah lain juga bisa di mana. Kalau disatukan, misalnya ada yang jauh kan kasihan. Jadi, bisa dibagi tempatnya yang agak terdekat,” tuturnya.

Lanjutnya, solusi ini diberikan lantaran penyuluh memiliki jam kerja fleksibel dan berbeda dengan guru agama yang telah ditempatkan di satu sekolah yang bersifat terikat. Sehingga jika pelajaran agama tertentu dapat diajarkan penyuluh, maka hal itu dapat lebih banyak melayani umat. "Sedangkan penyuluh bertugas untuk seluruh sekolah di Tarakan, fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan pengajar agama di sekolah. Di Kemenag ini penyuluh dari masing-masing agama yang diakui di Indonesia ada, cuma (penyuluh) Konghucu saja belum ada. Kalau agama lain semua sudah lengkap,” bebernya.

Bahkan, pihaknya sudah menandatangani kerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara agar penyuluhnya bisa datang untuk pasien yang membutuhkan bimbingan rohani. Kemudian untuk kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan.

“Penyuluh yang ada di Kemenag bisa datang ke Lapas untuk memberikan pembinaan kepada warga binaan di dalam Lapas, untuk yang beragama Budha dan Hindu,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan pemeluk Hindu dan Budha di Tarakan hampir sama jumlahnya. Untuk mengajar agama, memperkerjakan satu guru agama menjadi tidak efektif.  Penyuluh agama Hindu dan agama Budha yang ada di Kemenag Tarakan ini juga sudah memiliki pengalaman mengajar di sekolah.

Sehingga menurutnya, penyuluh agama yang sebelumnya pernah menjadi guru di Singkawang, Kalimantan Barat bisa mengajar di Tarakan. Jadi untuk kekurangan guru agama tertentu bisa diatasi.

“Solusi sementara ya memang penyuluh itu. Tugasnya mengajarkan, sama dengan memberikan penyuluhan. Tinggal nanti kalau untuk nilai, dengan sekolah bisa memberikan nilai rapor ke wali kelasnya. Nanti ada ujian juga, dari penyuluh memberikan soal. Penyuluh ini punya pengalaman mengajar juga di sekolah,” pungkasnya. (zac/lim) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #agama #penyuluh #guru agama