Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemerintah Belum Capek Tutup Mata?

Azwar Halim • Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:45 WIB
DAMPAK LINGKUNGAN: Jalan di Perumahan PNS rusak berat akibat aktivitas timbunan untuk pembangunan sebuah pabrik kertas. (FOTO: IFRANSYAH/RADAR TARAKAN)
DAMPAK LINGKUNGAN: Jalan di Perumahan PNS rusak berat akibat aktivitas timbunan untuk pembangunan sebuah pabrik kertas. (FOTO: IFRANSYAH/RADAR TARAKAN)
TARAKAN - Warga Perumahan PNS, Juata Permai, Tarakan Utara sudah berulang kali menyampaikan keluhan mereka atas dampak kegiatan penimbunan untuk pembangunan pabrik kertas yang tak jauh dari permukiman warga. Namun, keluhan itu belum juga menemui solusi. Saban hari, masyarakat harus ‘menikmati’ jalan yang rusak berat. Belum lagi polusi udara yang ditimbulkan. Adapula warga yang mengalami kecelakaan akibat jalan yang rusak.

Irianto Zebua, salah seorang warga setempat menerangkan, sejak adanya aktivitas penimbunan, kendaraan truk melintasi Perumahan PNS, menimbulkan kerusakan pada jalan yang cukup parah. Akibatnya tidak sedikit masyarakat yang terdampak dari kerusakan itu. Tidak hanya menghambat produktivitas warga, namun mengancam keselamatan warga di jalan. “Kami mengeluhkan adanya aktivitas pembangunan perusahaan di sekitar Perumahan PNS yang membuat jalan rusak parah. Hal itu membuat aktivitas masyarakat terganggu,” ujarnya, Senin (10/10).

Dijelaskannya, beberapa kejadian warga terjatuh kerena tak dapat menghindari lubang yang timbul akibat kendaraan berat. “Mereka pernah menimbun lubang dengan material, tapi beberapa terbuka lagi karena itu cuma tanah. Karena itu juga membuat jalan kotor. Bahkan istri saya sendiri sempat menjadi korban kecelakaan, jatuh dari motor karena lubang itu,” tuturnya.

Selain rusaknya jalan tersebut, dampak lainnya yang ditimbulkan ialah banyaknya debu dan jika hujan jalan di kawasan tersebut berlumpur. “Jalan juga berdebu dan berlumpur kalau hujan.  Belum lagi jumlah truk berlalu-lalang sepanjang hari. Ada ratusan truk sehingga kami mempertanyakan apakah ini masuk jalan protokol atau jalan komplek,” tukasnya.

Dijelaskannya, sejauh ini warga telah melakukan upaya melaporkan hal ini ke pihak perusahaan dan hal itu beberapa ditindaklanjuti dengan mediasi. Kendati begitu, kata dia, mediasi tersebut tetap tidak membawa solusi yang signifikan bagi warga. “Sudah 2 kali mediasi dengan kelurahan dan kecamatan. Tapi setelah itu mereka tetap beraktivitas. Kami cuma menginginkan sederhana, jalan ini statusnya apa, kalau jalan komplek tentunya harus mereka (perusahaan) harus mencari jalan alternatif,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, perwakilan perusahaan masih enggan berkomentar, karena alasan waktu. “Bagusnya wawancaranya langsung ketemu yah,” ungkap salah seorang perwakilan perusahaan. (zac/lim) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #pemerintah #jalan #rusak