Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Nama Baru RSUD Tarakan Tunggu Teken Gubernur

Azwar Halim • Minggu, 14 November 2021 | 16:37 WIB
nama-baru-rsud-tarakan-tunggu-teken-gubernur
nama-baru-rsud-tarakan-tunggu-teken-gubernur

TARAKAN- Rencana perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan menjadi Rumah Sakit dr. H. Jusuf, SK., disambut baik oleh jajaran pimpinan RSUD Tarakan. Dalam hal ini, almarhum Jusuf SK dinilai menjadi sosok paling tepat untuk mengganti nama RSUD Tarakan. Sebab rumah sakit yang berdiri sejak zaman Belanda ini dinilai dapat maju dan berkembang atas kerja keras wali kota Tarakan periode 1999-2004 dan 2004-2009.


Kepada Radar Tarakan, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tarakan, dr. Franky Sientoro, Sp.A mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mengantongi surat keputusan (SK) panitia khusus menyoal penetapan nama dan logo RSUD Tarakan.


"Sudah ada panitia pembentukan nama dan logo rumah sakit. Nanti ada lomba logo rumah sakit," ungkap Franky.


Dikatakan dokter spesialis anak ini, nama baru untuk RSUD Tarakan sudah tersedia, sehingga pihaknya hanya perlu fokus pada sayembara logo rumah sakit yang akan dilaksanakan secara terbuka. Namun nama baru rumah sakit ini belum disahkan secara non formal, sebab harus menunggu penandatanganan resmi dari Gubernur Kaltara, H. Zainal Arifin Paliwang.


"Nanti ada upacaranya, belum nanti ada seremonial. Secara non formal belum, nanti resminya setelah Pak Gubernur menandatangani. Nanti (rumah sakit) akan bernama "Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK",” tutur pria yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara.


Menurut Franky, nama baru RSUD Tarakan ini merupakan nama yang sangat cocok. Sebab almarhum Jusuf SK dinilai layak karena telah terbukti memajukan RSUD bagi Kaltara khususnya Tarakan.


"Bagus, malah dari dulu saya tunggu nama itu. Karena beliau layak, setelah panitia melihat beberapa kriteria, beliau sangat layak karena jasa beliau terbukti atas kemajuan RSUD Kaltara dan Tarakan," ucapnya.


Untuk diketahui, RSUD Tarakan berdiri sejak zaman Belanda yakni pada tahun 1958 yang saat itu direkturnya merupakan orang Belanda. Namun dengan campur tangan almarhum Jusuf SK, rumah sakit semakin berkembang sehingga saat ini pihaknya hanya perlu mencari logo khas RSUD Tarakan.


"Kami masuk sayembara dulu, nanti panitia mengusulkan nama dan logo rumah sakit. Tapi kita sudah punya nama, jadi tidak ada lagi lomba untuk nama sehingga logo aja yang jadi lomba," bebernya.


Untuk diketahui, logo yang dibutuhkan RSUD Tarakan berkarakteristik daerah, budaya, berkaitan dengan pelayanan dan pembangunan daerah yang dapat disatukan dengan logo simpel dan bermakna.


"Sayembara ini nanti akan kami umumkan secara resmi di koran. Lombanya terbuka. Nanti ada rapat panitia dari provinsi dan RSUD serta akademisi. SK panitianya sudah ada," pungkasnya. (shy/ana)


 


 

Editor : Azwar Halim