TARAKAN - Proses pembukaan jalan bagi masyarakat Swaran, Kota Tarakan sebentar lagi selesai. Lewat pelaksanaan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), akan membuat masyarakat leluasa melakukan perjalanan dari Swaran ke arah kota.
Komandan Kodim 0907 Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto mengatakan bahwa TMMD yang dilaksanakan pihaknya ini memiliki sasaran pokok yakni membuka badan jalan dengan panjang 1.100 meter dengan lebar 8 meter. Pembangunan jalan yang dilakukan pihaknya merupakan jalan alternatif bagi masyarakat Swaran sehingga tidak perlu lagi memutar jauh. “Biasanya mutar sampai 6 hingga 7 kilometer, jadi kalau ada jalan ini bisa mempercepat mobilisasi bagi masyarakat sekitar,” bebernya, kemarin (12/10).
Dalam pelaksanaan TMMD ini dikatakan Eko memiliki kendala yakni lokasi jalan yang sebagian besar rawa. Sehingga harus ditimbun lebih dulu. Namun kondisi saat ini jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan. “Saat hujan, kami coba kekuatan jalannya dan memang jalan ini sudah kuat untuk dilalui. Namun jalan yang berada di ujung, kami laksanakan penimbunan tanah karena daerah itu rawa. Kurang lebih 180 meter lagi ini sudah selesai,” jelasnya.
Proses pembukaan jalan ini terus dilakukan pihaknya. Sehingga dalam hal ini pihaknya menargetkan agar pada 22 Oktober 2020 mendatang, jalan tersebut dapat dilintasi oleh masyarakat. Meski belum sempurna, namun pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, agar jalan tersebut dapat dilakukan pengaspalan. “Kami hanya melakukan pembukaan jalan dan pematangan jalan. Kalau pengaspalan dari pemerintah, mudah-mudahan memungkinkan karena kami sudah berbicara dengan Pak Wali,” katanya.
Tak hanya itu, dalam program TMMD ini, Eko mengatakan pihaknya membangun jembatan permanen yang meski awalnya hanya direncanakan untuk membangun jembatan kayu. Namun atas beberapa pertimbangan, karena jembatan kayu tidak lama digunakan sehingga pihaknya membangun jembatan permanen. “Kalau jembatan ini kemungkinan masih agak lama, sekitar 2 sampai 3 minggu lagi. Tapi tidak bisa dengan bobot kendaraan yang besar. Kalau untuk mobil atau pick up saja masih mungkin dilalui tapi kalau truk sementara belum,” ujarnya.
Untuk diketahui, proses TMMD ini dilakukan sejak bulan lalu. Namun yang menjadi tantangan pihaknya adalah cuaca di Tarakan yang tidak menentu sehingga menyebabkan tanah menjadi lembek. Namun pihaknya terus berupaya agar pelaksanaan TMMD dapat terselesaikan dengan baik. (shy/lim)
Editor : Azwar Halim