Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Buaya yang Suka Nongol di Waduk, Baru 1 Ekor yang Berhasil Ditangkap

Muhammad Erwinsyah • Jumat, 17 Juli 2020 | 11:25 WIB
buaya-yang-suka-nongol-di-waduk-baru-1-ekor-yang-berhasil-ditangkap
buaya-yang-suka-nongol-di-waduk-baru-1-ekor-yang-berhasil-ditangkap

 TARAKAN – Seekor buaya diamankan petugas pemadaman kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-PMK)Tarakan sekira pukul 22.45 WITA, Rabu (15/7). Buaya sepanjang 4 meter dievakuasi dari Waduk Persemaian, Tarakan Barat, atas laporan warga.


Kepala Bidang PMK pada Satpol PP-PMK Tarakan H. Eko Santoso, A.Ks, M.Si, menyampaikan bahwa buaya liar yang dievakuasi oleh tim PMK adalah hasil dari laporan masyarakat atas nama Umar melalui call center 112.


 Dari pengaduan tersebut pihaknya langsung merespons dan menuju lokasi Waduk Persemaian. “Laporan ini sudah kali kedua, untuk laporan yang pertama kurang lebih seminggu yang lalu pada lokasi yang sama, bahkan sudah mengerahkan anggota dan langsung melakukan pencarian sampai sungai. Tetapi buaya tersebut sempat lolos,” jelasnya.


Lanjutnya, dari pengalaman tersebut kemudian mempelajari karakter buaya dan menyiapkan strategi penangkapan. Pihaknya mengaku bahwa penangkapan ini dilakukan agar memberi rasa aman terhadap warga sekitar. Buaya tersebut dinilai membahayakan keselamatan manusia.


Diakuinya, PMK juga sudah melakukan komunikasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) yang membawahi Tarakan. Saat ini di lokasi penangkapan masih terdapat beberapa ekor.


“Yang kami tangkap ini, sebenarnya bukan yang kami dapatkan kemarin, karena yang muncul pertama relatif kecil dan yang ditangkap kali ini relatif besar. Jika dilihat dari postur tubuhnya usia buaya diperkirakan sekitar 4 tahun,” akunya.


Pihaknya akan tetap berupaya memantau dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat agar binatang tersebut tidak mengancam keselamatan. Menurutnya, selain strategi, evakuasi buaya juga membutuhkan teknik dan nyali tinggi.


Kepala Resor Konservasi Wilayah 4 Tarakan BKSD Kaltim Yadi Mulyadi menyampaikan bahwa untuk jenis yang diamankan merupakan jenis buaya muara. Ukuran dewasa mampu mencapai 8 meter. Diduga buaya masuk melalui pintu waduk. “Karena buaya muara ini adalah salah satu binatang yang dilindungi. Jadi selanjutnya kami sudah berkoordinasi dengan salah satu tempat penangkaran buaya di Tarakan, jadi nanti pihak BKSDA akan melakukan penitipan di lokasi tersebut,” jelasnya.


Pelepasan ke alam liar, kata dia, kemungkinan akan berisiko. Apalagi buaya muara dikenal agresif.


“Yang dikhawatirkan kalau nantinya dia akan kembali ke daerah permukiman. Biasanya kalau penanganan khusus untuk buaya kalau untuk seperti di daerah Tanjung Selor maka kami akan melakuan pelepasan kembali ke sungai yang jauh dari permukiman,” tutupnya. (agg/lim)


 

Editor : Muhammad Erwinsyah