Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Al-Mukhlisin, ‘Masjid Bulat’ yang Pernah Terbakar

Azwar Halim • Sabtu, 11 Mei 2019 | 10:16 WIB
anak-wajib-pakai-helm
anak-wajib-pakai-helm

Mungkin tidak banyak warga Tarakan yang mengenal masjid ini. Satu masjid unik tersebut berbentuk seperti lingkaran bulat. Ramai mengenalnya dengan sebutan Masjid Bulat.


 


AGUS DIAN ZAKARIA



IALAH Masjid Al-Mukhlisin yang berada di Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat ini, dulunya merupakan masjid kayu yang kecil. Namun, telah terjadi peristiwa kebakaran yang menghanguskan masjid ini dan pemukiman. Akhirnya masjid ini kembali dibangun dengan bentuk yang unik hal itulah yang diungkapkan Ir. Baharuddin (55) pengurus Masjid Al-Mukhlisin.


"Jadi sejarahnya masjid ini, waktu itu saya masih remaja. Masjid ini waktu itu bentuknya masih biasa dan masih kayu sekitar tahun 1982. Masjid ini dulu letaknya kurang lebih 100 meter dari masjid ini sekarang. Jadi masjid ini sudah berpindah posisi dari tempat awal. Berpindahnya dulu karena adanya kebakaran pertama di Karang Rejo sekitar tahun 1999. Sehingga, beberapa RT di sini habis dilalap api termasuk Masjid Al-Mukhlisin pada waktu itu," ujarnya, kemarin (10/6).


Di balik sisi unik bentuk bangunannya, sebenarnya tidak terselip sedikit niat pun dari masyarakat untuk membangun masjid berbeda dari lainnya. Namun, bentuk bangunan saat ini tidak terlepas dari bentuk lahan masjid yang bulat seperti lingkaran. Sehingga karena kondisi tersebut membuat masyarakat mendirikan masjid ini mengikuti bentuk lahan  pada peta.


"Masjid dibuat berbentuk lingkaran karena pasca kebakaran kan kawasan ini ditata ulang pemerintah, nah kebetulan lahan masjid ini berbentuk bulat, jadi dibuatlah menyesuaikan peta lahan. Sebenarnya tidak alasan khusus," tutur Baharuddin.
Kepada Radar Tarakan, ia menjelaskan jika masjid ini mulai digunakan tahun 2001 setelah mengalami 3 tahun proses pembangunan. Dengan rampungnya masjid tersebut, akhirnya Masjid Al-Mukhlisin resmi berpindah lokasi dari posisi sebelumnya.
"Masjid ini berdiri kembali 2001 karena setelah terbakar, kami masih sempat bangun masjid kayu di lokasi lamanya sambil pengerjaan masjid ini. Setelah 3 tahun akhirnya masjid ini  pindah ke sini," terangnya.


Setelah 18 tahun berdiri di lokasi saat ini, Masjid Al-Mukhlisin belum sepenuhnya rampung 100 persen. Masih ada pengerjaan bagian atas masjid.


"Kami bangun masjid ini atas swadaya kami sendiri. Memang ada sedikit bantuan pemerintah, cuma kami yang menyelesaikannya dengan swadaya sendiri. Makanya pengerjaannya sampai 3 tahun. Sampai sekarang pun kami masih berjuang menyelesaikan bangunan ini. Walau sudah hampir 20 tahun lebih pembangunan berjalan," ucapnya.


Hingga saat ini warga sekitar masih bahu-membahu dalam memperjuangkan pembangunan masjid. Mungkin Masjid Al-Mukhlisin merupakan masjid terunik di Kota Tarakan. (***/lim)


 

Editor : Azwar Halim