Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bertemu dengan Spesies Langka, Penyu Tertua 70 Tahun

Azwar Halim • Rabu, 5 Desember 2018 | 13:21 WIB
bertemu-dengan-spesies-langka-penyu-tertua-70-tahun
bertemu-dengan-spesies-langka-penyu-tertua-70-tahun

Berwisata tidak lengkap jika tidak dilanjutkan dengan pengalaman pembelajaran. Di Bali, ada sebuah destinasi wisata tempat penangkaran penyu dan juga binatang lain. Pulau Penyu Deluang Sari di Tanjung Benoa, Bali. Di sini para wisatawan akan disuguhkan tiga jenis penyu, baik yang sudah dewasa maupun yang masih tukik.


 


YUSTINA LUMBAA


 


BERKUNJUNG ke Tanjung Benoa, Bali, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan pantai menghampar dengan laut biru. Juga ada pelayaran ke Pulau Penyu, Deluang Sari. Untuk sampai ke Pulau Penyu, pengunjung harus menumpang speedboat berkapasitas 10 orang selama 15 menit perjalanan.


Speedboat-nya unik. Di bagian dasarnya terdapat kaca. Yang menumpang dapat menikmati pemandangan bawah laut yang sangat jernih airnya. Sampai di Pulau Penyu, speedboat tidak dapat sandar di pinggir pantai, karena sangat dangkal. Sehingga pengunjung harus turun untuk berjalan di air setinggi lutut orang dewasa.


Turis dari luar negeri antusias melihat penyu-penyu yang ada di penangkaran. Pengunjung juga dapat memegang dan menggendong penyu. Hanya yang dapat dipegang yakni penyu yang sudah dewasa, sementara tukik-tukik atau penyu kecil hanya dapat dilihat.


Di penangkaran ini terdapat penyu tertua, berusia 70 tahun. Ukurannya paling besar di antara penyu lainnya. 


“Umurnya sudah 70 tahun, bahkan lebih tua dari umur penangkarannya,” kata Komang, petugas Penangkaran Pulau Penyu kepada Radar Tarakan, Rabu (28/11).


Di penangkaran ini terdapat satu penyu jantan dan 60 ekor penyu betina. Menandai penyu jantan, jika ekornya lebih panjang. Pada saat air surut maka para penyu ini berkumpul di satu tempat, tetapi jika air pasang maka akan keluar dan menyebar.


Penyu ini sudah banyak yang bertelur, seekor penyu harus menunggu sampai berumur 45 tahun baru bisa bertelur. Sekali bertelur bisa 100 butir tetapi jika menetas hanya bisa mencapai setengahnya saja.


Penyu yang ada di pulau ini hanya tiga jenis yakni penyu abu, penyu lekang, dan penyu sisik. Tetapi untuk penyu sisik hanya ada satu ekor saja di penangkaran. Jenis penyu juga bisa dibedakan dari melihat cangkangnya, penyu abu cangkangnya agak hijau, dan penyu sisik yang tergolong hewan langka.


“Penyu itu bisa mencapai umur 200 tahun masih kuat bertahan, karena merupakan hewan yang panjang umurnya,” jelas petugas yang sudah tiga tahun berada di penangkaran ini.


Diakuinya sampai saat ini belum ada penyu yang mati di penangkaran, karena sudah termasuk hewan yang sangat langka. Karena itu ada dokter hewan yang rutin untuk memeriksa setiap penyu agar terjaga kesehatannya. Setiap tiga sampai enam bulan sekali ada dokter yang memeriksa penyu-penyu yang ada.


Bahkan ada penyu yang sempat harus dioperasi matanya, dan juga paruhnya.


Penyu-penyu ini juga tidak makan makanan yang macam-macam, tetapi hanya makan rumput laut dan khusus untuk tukiknya akan diberi ikan. “Bayi-bayi penyu masih berumur tiga bulan paling kecil, jadi harus diberikan nutrisi seperti ikan,” tuturnya.


Pulau Penyu sendiri tidak hanya terdapat penyu saja, tetapi juga berbagai jenis binatang lainnya seperti ayam mutiara, kelelawar, burung rangkok, iguana, ular, dan binatang lainnya. Meski begitu, binatang lainnya ini tidak terlalu banyak, dan lebih didominasi oleh penyu-penyu. (***/lim)


 


 

Editor : Azwar Halim