TARAKAN - Permasalahan sampah di Kota Tarakan sepertinya tidak ada habisnya. Marakanya pembuangan sampah di sembarang tempat sepertinya sudah menjadi tradisi masyarakat pada setiap RT di Kota Tarakan. Itulah yang diungkapkan oleh Abdul Manaf Ketua RT 09 Kelurahan Karang Balik. Pendapatnya tersebut tidak terlepas karena banyaknya sampah yang terdapat pada selokan di lingkungannya. Ia menerangkan, dirinya sering mengingatkan warganya agar selalu membuang sampah di depo, namun peringatan tersebut hanyalah angin lewat dan tidak berpengaruh sama sekali.
"Dulu saya sudah pernah membersihkan selokan itu, dan saya selalu sosialisi dan memperingatkan warga agar tidak buang sampah sembarangan. Tapi tidak lama paret itu ada sampah lagi," tuturnya, Kamis (29/11).
Meski demikian, ia menerangkan jika adanya pembuangan sampah yang terjadi di selokan, tidak terlepas karena tidak berjalannya program Sampah Semesta dengan baik di lingkungannya. Sehingga membuat warga terpaksa membuang sampah di tempat tersebut.
"Ini juga masalah kita, program Sampah Semesta di sini tidak berjalan lancar. Karena sampai sekarang kita belum memiliki petugas sampah. Selain itu sampah semesta sama sekali tidak cocok dengan kebiasaan warga yang lebih nyaman dengan sistem dulu. Karena warga lebih senang ada TPS di tiap RT daripada menggunakan petugas pengambil sampah," terangnya.
Walau begitu, ia mengaku cara satu-satunya untuk meminimalisir sampah adalah dengan mengadakan kerja bakti rutin. Meski demikian, ia mengaku belum memiliki gerobak yang dapat mengangkat sampah saat kerja bakti.
"Kendala kita setiap.kerja bakti, kita membutuhkan gerobak sampah untuk mengangkat tanah dan sampah hasil kerukan. kalau tanahnya kita taruh di pinggir selokan akan mempersempit jalan kita yang memang sudah sempit," ujarnya
Ia berharap, semoga tahun depan pemerintah dapat memberikan bantuan gerobak sampah kepada setiap RT agar permasalahan sampah dapat diminimalisir dengan kegiatan kerja bakti. "Kita sering juga kerja bakti, tapi hanya melakukan punggutan sampah saja. Kalau pengerukan tanah kita belum pernah melakukannya karena kerukannya nanti mau dibuang kemana sementara kita tidak punya angkutan," pungkasnya. (*/zac/udn)
Editor : Azwar Halim