TARAKAN- Dua Kapolres di jajaran Polda Kalimantan Utara (Kaltara), Kapolres Bulungan dan Kapolres Nunukan dimutasi. Kapolres Bulungan yang sebelumnya dijabat oleh AKBP Muhammad Fachry digantikan oleh AKBP Andrias Susanto Nugroho, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Tipiter Polda Bengkulu. Sementara itu kursi Kapolres Nunukan yang dijabat oleh AKBP Jefri Yuniardi digantikan AKBP Teguh Triwanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Tengah.
Acara serah terima jabatan (sertijab) pun dilakukan di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza, yang dipimpin Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit, kemarin (2/11). Kepada awak media, Indrajit mengungkapkan, mutasi merupakan hal yang biasa terjadi di lingkungan Polri dan guna memenuhi kebutuhan organisasi dan kelancaran tugas. Maka dari itu, kapolres yang baru nantinya diharapkan bisa melanjutkan tongkat kepimpinan dari kapolres sebelumnya dengan baik.
“Dua kapolres sebelumnya ini selama menjabat banyak prestasi yang mereka buat. Untuk kapolres yang baru harus segera menyesuaikan apa yang menjadi kebijakan kapolres lama tolong dilanjuti,” ungkapnya.
Tidak hanya melanjutkan kebijakan kapolres sebelumnya, namun Kapolres Bulungan dan Nunukan yang baru diwajibkan Kapolda untuk membuat inovasi yang baru. Nantinya dalam inovasi tersebut diwajibkan bisa menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Dia harus melihat situasi di luar, sehingga apa yang menjadi tantangan yang akan dihadapi itu bias diantisipasi lebih awal. Dia harus dekat dekat tokoh masyarakat, agama, dan adat,” tuturnya.
Adapun tantangan yang harus dilalui Kapolres Bulungan dan Nunukan, lanjut Indrajit, salah satunya yaitu masalah narkotika. “Tahun ini saja kami sudah ungkap sabu seberat 70 kg. Tentu ini bukan prestasi, namun bagaimana kami melihat mirisnya narkotika yang masuk ke Kaltara,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwanto saat dikonfirmasi mengungkapkan, dirinya akan melanjutkan atensi dari kapolres sebelumnya terkait masalah narkoba, TKI, dan penyelundupan barang ilegal. Dirinya juga secara tegas tidak akan main-main dengan oknum polisi yang terlibat narkotika.
“Itu sudah ada peraturan yang mengikat. Intinya dari kami bagaiamana menjadi Polri ini profesional, modern dan terpercaya,” imbuh lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 ini.
Ditambahkan Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho, langkah pertama yang akan diambil dirinya yaitu melakukan evaluasi kekurangan internal dari Polres Bulungan. Tidak hanya itu, koordinasi dengan semua pihak di Bulungan juga akan dilakukan dirinya untuk bisa menciptakan kamtibmas.
“Perlu kerja sama seluruh elemen baik dari Polri, TNI, Pemda dan seluruh masyarakat,” tuturnya.
Lantaran Polres Bulungan berada di Ibu Kota Provinsi dan harus mengamankan dua wilayah yaitu Bulungan dan Tana Tidung, pihaknya tetap akan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat meski masih kekurangan personel. “Sesuai dengan amanat undang-undang, Polri selaku pelindung dan pengayom masyarakat,” imbuhnya. (zar/lim)
Editor : Azwar Halim