Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemotongan Bukit Terkendala Lahan

Azwar Halim • Minggu, 9 September 2018 | 08:23 WIB
pemotongan-bukit-terkendala-lahan
pemotongan-bukit-terkendala-lahan

TARAKAN – Tanjakan di Jalan Gunung Amal, Kelurahan Kampung Enam berbahaya. Kamis (6/8) kemarin, di tanjakan itu terjadi kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan kaki korban putus. Untuk mencegah kecelakaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan sejak lama mewacanakan pemotongan bukit.


Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan Mohdi mengatakan dilihat dari tingkat kemiringan Jalan Gunung Amal sebenarnya tidak memenuhi syarat jalan. Di mana tingkat kemiringan Jalan Gunung Amal ini diperkirakan hampir 20 derajat.


Sementara syarat lalu lintas umum untuk daerah perbukitan dengan kemiringan di bawah 11 derajat. Selain pemotongan bukit, wacana lain DPUTR bakal menyiapkan jalur alternatif.


“Memang tanjakan di Gunung Amal itu sebenarnya tidak memenuhi syarat. Jadi itu sudah ada perencanaannya pemotongan bukit sekitar 1,5 kilometer,” tuturnya kepada Radar Tarakan saat ditemui, Jumat (7/8).


Lebih lanjut ia menjelaskan, proses pemotongan bukit sebenarnya sedang berjalan. Pengukuran tanah pun sudah dilakukan dari Badan Pertahanan Nasional (BPN). Sementara ini masuk di dalam tahapan peta bidang, yang mana mengklarifikasi pemilik lahan. “Pembebasan lahan belum. Sekarang ini masih pendataan lahan, sementara kami data. Klarifikasi lahan bersama ketua RT dan kelurahan untuk memastikan benar pemilik lahan yang terkena proyek ini,” jelasnya.


Setelah peta bidang, dilanjutkan dengan pengadaan lahan dari Pemkot. Terkait hal tersebut belum banyak yang dapat ia sampaikan. Termasuk target waktu selesainya proyek pemotongan bukit ini.


“Jadi pengadaan lahan dari Pemerintah Kota nanti seperti apa? Kami juga belum bisa memastikan targetnya kapan selesai, tapi ini tetap berjalan,” terangnya.


Saat disinggung mengenai serapan anggaran dari proyek ini pun tak banyak yang dapat ia jelaskan. Apakah anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tarakan atau sumber lainnya.


“Belum ada pembahasan anggaran. Kita tetap mencari, apakah dari APBD, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara atau pusat. Tapi wacana program perencanaan tetap berlanjut,” katanya.


Rencana pemotongan bukit ini sebenarnya sejak beberapa tahun belakangan. Namun karena sempat terkendala di pengadaan lahan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.


Kan ada dari tim BPN bersama DPUTR juga menilai,” ucapnya.


Mengingat Jalan Gunung Amal merupakan alternatif satu-satunya menuju daerah Pantai Amal, diimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati melewati tanjakan hingga proyek pemotongan bukit ini selesai.


“Sementara itu jalan satu-satunya dan cukup menanjak, paling tidak masyarakat lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan,” sarannya. (*/one/lim)


 


 


Pemotongan Bukit Terkendalan Pembebasan Lahan


 


 

Editor : Azwar Halim