Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

City Expo, Peluang Investasi

Azwar Halim • Selasa, 24 Juli 2018 | 23:12 WIB
city-expo-peluang-investasi
city-expo-peluang-investasi

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mengejar peluang investasi yang besar dalam Persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). City Expo, pameran yang akan mulai dibuka kemarin hingga Sabtu (28/7) di mana menjadi ajang promosi pemerintah daerah, perusahaan daerah hingga nasional menyangkut produk unggulannya.


Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga mengatakan peluang investasi tersebut menjadi bahan diskusi antar pemerintah kota. City Expo juga dibuka untuk umum. Stan yang disiapkan lebih dari 90, dengan ditambah para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).


Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kota (Setkot) Tarakan Amir Hamzah mengatakan produk unggulan dari setiap daerah dan sekalian juga untuk promosi kota dan juga peluang investasi. “Nanti penyampaian dari ketua umum untuk dapat dibuka untuk umum, jadi itu dibuka saat Rakernas Apeksi,” ujarnya.


Stan Tarakan menawarkan ikan tipis, sambal dayak, minyak kayu putih, madu kelulut. Selain itu juga ada 18 peluang investasi seperti Pantai Amal, pusat industri, dan kawasan perikanan.


Pengunjung di masing-masing stan akan dipandu. Salah satu tujuannya agar para pengusaha daerah lain dapat memperoleh informasi detail.


Kepala Bidang Pertanahan Makassar Manai Sofian menyebut Tarakan mendapat banyak masukan dengan hadirnya para wali kota se-Indonesia. Selain itu tentu akan menimbulkan dampak ekonomi yang luas, berbelanja berbagai produk-produk unggulan atau khas dari Kota Tarakan.


Manai bersama rombongannya mengaku sangat terkesan dengan Tarakan. Meski cuaca Tarakan dirasa lebih panas dibandingkan dengan Kota Makassar. “Kota ini sangat bagus. Membangun boleh, tetapi tetap memperhatikan lingkungan hidupnya. Ke Tarakan baru kali ini, tetapi sering membaca di sejarah bahwa Tarakan itu sebagai tempat pendaratan Jepang, dahulu kala,” jelasnya.


“Kami menginap di rumah penduduk, tetapi tidak kalah dengan hotel. Rumahnya warga Sulsel juga, sehingga berbicara juga sangat nyambung. Juga diantar untuk keliling-keliling Kota Tarakan,” urainya.


Ketua Forum Komunikasi UMKM Kalimantan Utara Eko Pristiawan mengungkap jika pihaknya melakukan seleksi produk dengan standar global dalam kegiatan tersebut. Terutama harus memiliki perizinan pangan industri rumah  tangga (PIRT). “Halal, dan dari segi kemasan yang harus higienis karena masih ada UKM yang masih hanya untuk pasar lokal,” ujarnya.


Seperti untuk produk batik yang terbuat dari kulit kayu, ikan bandeng tanpa duri, olahan rumput laut, dan produk lainnya. Meski begitu, pihaknya juga menginginkan agar produk dari berbagai UKM dapat tertampung di stan Pemkot Tarakan. “Ada wisata belanja khusus juga dan tidak masuk dalam stan utama, sehingga diberikan. Sehingga semua produk UMKM dapat tertampung,” tambahnya.


Perputaran ekonomi dalam Rakernas Apeksi menyoal produk UMKM mencapai miliran rupiah. Dari pengalaman sebelumnya, juga mengalami dampak yang sama. “Apalagi dengan acara ini, yang datang mencapai ribuan orang,” ujarnya.


Sehingga harapannya bisa mencapai miliaran bahkan dua kali lipat dengan biasanya. Pihaknya sudah mulai menyetok barang, walaupun dua hari ini terkendala listrik.


Titik penjualan produk UMKM dipusatkan di Taman berkampung, Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB), Balai Adat dan Islamic Center.


 


PRESIDEN MINTA MAAF TAK BISA HADIR


Usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, kurang lebih 50 Wali Kota dari seluruh Indonesia akhirnya tiba di Bandara Internasional Juwata Tarakan, Selasa (24/7) dengan menggunakan pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara.


Wali Kota Tangerang Selatan AirinRachmi Diany mengaku jika para Wali Kota khawatir tidak mendapatkan tiket menuju Tarakan. Transportasi udara yang kian padat.


“Kami naik pesawat milik TNI AU itu karena Pak Presiden khawatir kami tidak mendapatkan tiket. Sehingga, kami diberikan fasilitas itu,” ungkap Airin yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).


Airin juga menjelaskan adapun alasan ketidakhadiran Presiden dalam pembukaan Rakernas Apeksi XIII sedang ada tugas lain. “Beliau meminta maaf dan minta izin karena ada acara. Sehingga makanya kami diundang ke istana,” jelasnya.


Meski demikian, Airin mengucapkan banyak rasa syukur kepada Wali Kota Tarakan dan seluruh jajarannya atas sambutan dan berjalannya Rakerna Apeksi ini.


“Tentu kami bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Kota Tarakan yang sudah menjadi tuan rumah Rakernas Apeksi XIII. Mudah-mudahan kegiatan berjalan lancar hingga ditutup Sabtu ini. Insyaallah menjadi tuan rumah yang sukses dan bisa memberikan kesan yang sangat luar biasa kepada kami,” ungkap Airin sesaat tiba di Bandara Juwata Tarakan.


Airin mengharapkan kerjasama antar daerah dapat terjalin dengan kuat. “Dengan adanya Apeksi ini menjadi ajang untuk melihat potensi yang ada di daerah. Dan bisa dibutuhkan di daerah lain. Terutama soal dalam bidang prekonomian baik itu UKM, perdagangan, jasa dan lainnya,” terangnya. (*/naa/eru/lim)

Editor : Azwar Halim