Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Satu-satunya Koran di Kaltara Peraih IYRA 2018

Azwar Halim • Jumat, 9 Februari 2018 | 11:22 WIB
satu-satunya-koran-di-kaltara-peraih-iyra-2018
satu-satunya-koran-di-kaltara-peraih-iyra-2018

PADANG - Untuk kedua kalinya, Radar Tarakan mendapatkan penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat untuk halaman anak muda, Indonesia Young Readers Awards (IYRA). Tahun ini, Radar Tarakan mendapatkan Bronze Winner The Best of Kalimantan Newspaper IYRA 2018. 


Halaman anak muda Zetizen Radar Tarakan yang mendapatkan penghargaan tersebut terbit pada 11 Mei 2017 yang berjudul Over Thinking


Menurut tim dewan juri, perubahan perwajahan di halaman anak muda di seluruh Indonesia rata-rata mengalami peningkatan. Bahkan halaman anak muda di daerah banyak yang lebih bagus daripada halaman anak muda koran nasional.  "Ini yang menjadi tantangan bagi pengasuh halaman anak muda,"  kata Ndang Sutisna Direktur First Position Group di acara penyerahan penghargaan tadi malam di Hotel Mercure Padang. 


Tahun ini tema yang diangkat adalah “Kreativitas Tanpa Batas di Era yang Terus Berubah”.


Delapan juri diterjunkan untuk menilai karya-karya peserta yang diikuti 791 media seluruh Indonesia. 


Mereka adalah Asmono Wikan dan Nina Armando (Aspek Komunikasi Massa), Danu Kusworo dari Harian KOMPAS (Aspek Foto), Ika Sastrosoebroto dari Prominent PR (Aspek Ide Kreatif), Meiliana dari BNI (Aspek Pengiklan), Mas Sulistyo dari DM-ID (Aspek Branding), Ndang Sutisna dari First Position Groups (Aspek Ide Kreatif) dan Oscar Motulloh dari Antara (Aspek Foto). Penjurian berlangsung secara maraton 15 – 18 Januari 2018.


Meski jumlah entri tahun ini mengalami penurunan, kabar gembiranya, dari segi kualitas karya terdapat peningkatan signifikan. Hal ini tergambar dari komentar para juri. Meiliana, juri IPMA dan IYRA, berpendapat media cetak masih eksis meski digempur oleh kehadiran media online


“Mereka mampu menyajikan secara komprehensif antara teks dengan visual sehingga pembaca atau pengiklan dapat mengetahui pesan secara lengkap hanya dengan melihat sampul depan,” katanya.


Sementara menurut Ndang Sutisna, segi perwajahan surat kabar daerah meningkat cukup baik. 


Surat kabar nasional umumnya masih didominasi oleh media yang sudah mapan dan cenderung itu-itu saja. 


Sementara itu, Nina Armando pun menemukan lebih sedikit karya yang membawa pesan kuat. Tapi dari sisi kualitas, juri IPMA dan IYRA dari aspek komunikasi massa ini memuji kejelian para jurnalis dalam melihat sejumlah isu yang memiliki keterkaitan, lalu disatukan dalam sebuah bingkai sehingga pembaca mendapat perspektif baru. Karya IYRA tahun ini pun, menurutnya, lebih kaya isu mulai dari sosial sampai politik. Isu yang sebenarnya serius dan penting untuk diketahui anak-anak muda tapi dikemas dengan gaya khas generasi “zaman now”.


Dari sisi aspek merek, Mas Sulistyo menyimpulkan pemahaman pelaku industri media dalam mengomunikasikan merek masih bervariasi.


“Kemampuan ini harus ditingkatkan supaya mereka memiliki brand yang dapat dikenang publik,” katanya. 


Selain malam penghargaan, acara yang dihadiri 400 pimpinan perusahaan pers se-Indonesia, tokoh pers nasional, pimpinan humas korporasi, dan lembaga pemerintah ini juga dimeriahkan dengan penyerahan sertifikat standar perusahaan pers kepada 46 penerbit anggota SPS yang diserahkan oleh Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Pelantikan Pengurus SPS Cabang dan Penganugerahan Penghargaan SPS cabang Terbaik 2018 oleh Ketua Umum SPS Pusat Dahlan Iskan.


Salah satu media cetak di Kaltara yang menerima sertifikat standar perusahaan pers tersebut adalah Kaltara Pos (Radar Tarakan Group).


Koran dengan segmen kriminal ini setelah melalui berbagai tahapan telah dinyatakan diverifikasi oleh Dewan Pers.


Pemimpin Redaksi Radar Tarakan, Anthon Joy mengaku bersyukur Radar Tarakan mendapatkan penghargaan di tahun ini. "Ini menjadi prestasi terbaik tim redaksi Radar Tarakan, terutama halaman anak muda yang terus berkreasi tanpa batas," kata Anthon Joy. 


Selain Radar Tarakan, beberapa media di Kalimantan juga mendapatkan penghargaan yang sama. Di antaranya Kaltim Post, Radar Banjarmasin, Radar Sampit, Bontang Post dan Pontianak Post. Rata-rata didominasi Kaltim Post Group.(ddq/nri)

Editor : Azwar Halim