TARAKAN – Grab, perusahaan aplikasi penyedia transportasi online santer dikabarkan bakal beroperasi di Tarakan. Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan turut memantau rencana itu.
Agus, agen Grab Tarakan mengungkapkan perusahaan asal Malaysia itu mulai beroperasi pada Februari mendatang. Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dishub menyoal perizinan. “Dari pusat sudah mendapatkan izin untuk beroperasi di Tarakan, jadi Februari akan mulai dijalankan,” katanya.
Mitra Grab, armada yang telah bergabung sudah mencapai 275 orang. Mereka telah melengkapi berkas yang dibutuhkan Grab. “Untuk berkas yang sudah lengkap belum update, tetapi memang cukup banyak yang ingin menjadi mitra kami,” ungkapnya.
Kadishub Tarakan Hamid amren mengatakan taksi online diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Orang Tidak Dalam Trayek. “Salah satunya disebut dengan angkutan sewa khusus atau taksi online,” katanya.
Perizinan di tangan Dishub Kaltara. Biasanya armada ditentukan Kemenhub. Kemudian ada perhitungan luas wilayah, penduduk, dan juga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “Semua angkutan di Tarakan berizin, tidak mungkin yang baru masuk tanpa izin. Dari perizinanlah nanti diatur keseimbangannya,” ujar Hamid.
Grab diharapkan dapat memberdayakan angkutan kota (angkot) yang ada. “Sampai sekarang belum ada yang koordinasikan ke kami, kemungkinan memang urus izinnya ke provinsi,” tuturnya.
Jumlah kendaraan di Tarakan per November 2017 mencapai 123.838 unit untuk semua kendaraan. Dengan jumlah penduduk sebanyak 250 ribu jiwa. Artinya satu orang pasti memiliki satu kendaraan, dan memang ada yang memiliki lebih dari dua kendaraan. Artinya ketergantungan warga Tarakan terhadap angkutan umum tidak begitu besar. “Sehingga memang untuk dapat keuntungan hanya bisa mengandalkan orang-orang dari luar Tarakan saja,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Juata Laut, Marthen (46) mengatakan memang membutuhkan angkutan dari Juata menuju kota atau sebaliknya. Selama ini sangat sulit untuk menemukan angkutan baik kendaraan roda dua atau empat menuju ke arah Juata. “Angkutannya kan hanya yang besar itu aja, lama kalau harus menunggu. Kalau buru-buru itu yang sulit,” ujarnya.
Untuk ojek yang akan menuju Juata jumlahnya tidak banyak. “Yang penting bisa ke Juata, karena kalau tempat jauh harus menggunakan kendaraan pribadi dahulu. Karena sulit angkutan umum,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga Pantai Amal, Evi Sulviani (24) mengatakan setuju jika memang ada Grab atau kendaraan sejenis di Tarakan. “Setuju. Pantai Amal juga tidak ada angkot yang masuk jadi kami cukup kesulitan juga,” ujarnya.
“Walau banyak yang punya kendaraan sendiri, malah bagus jika Grab mau masuk Tarakan,” terangnya. (*/naa/lim)
Editor : Azwar Halim