Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dana Calon Penumpang Dihimpun Gereja

Azwar Halim • Senin, 15 Januari 2018 | 13:26 WIB
dana-calon-penumpang-dihimpun-gereja
dana-calon-penumpang-dihimpun-gereja

TARAKAN – Untuk bisa kembali mengudara, maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) Kaltara, memulainya dengan mekanisme baru yang tentunya membutuhkan proses untuk bisa melayani warga pedalaman di Kaltara.


Officer Manager MAF Tarakan, Tom Chrisley mengatakan dengan mekanisme baru, MAF akan bermitra dengan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), yang selama ini sudah 45 tahun bekerja sama. Dan tentunya GKII nanti yang akan membantu menghimpun dana dari masyarakat yang adalah calon penumpang MAF.


“Jadi kami tetap dengan gereja yang sama dengan mekanisme yang baru. Dan calon penumpang hanya bisa menyalurkan donasi ke gereja. Jadi, tidak lagi bisa ke MAF karena itu sama saja membeli tiket,” ungkap Tom.


Adapun soal pertemuan sebelumnya dengan Dirjen Perhubungan Udara beberapa waktu lalu di Tarakan. Dikatakan Tom, itu hanya untuk memastikan apakah MAF sudah jalan sesuai arahan kementerian pusat pasca dicabutnya izin niaga.  


Karena, demi Undang-Undang (UU) izin niaga yang diberikan kepada MAF yang notabene bukan niaga seharusnya, hanya bersifat sementara. “Itu sebabnya tidak diperpanjang lagi. Jadi bukan izin operasional yang dicabut, izin operasional tetap ada tapi tidak boleh niaga lagi pasca KP 59 habis masa,” bebernya.


Adapun kondisi penerbangan saat ini, dikatakannya walaupun MAF memiliki pilot dan mekanik yang tak digaji, alias sukarela. Dan punya pesawat yang tak beli tapi untuk bisa beroperasi di dalam negeri tetap butuh biaya operasional yang memerlukan donasi.


“Jadi sesuai arahan kementerian kami tetap bisa menerima donasi dari pihak ke tiga yakni pemerintah dan gereja. Tidak bisa langsung menerima donasi dari penumpang atau masyarakat,” katanya.


Jika dulu saat ada payung hukum niaga, masyarakat membantu mengumpulkan uang MAF dari penjualan tiket. Namun sekarang, mereka berperaran menghimpun dana yang akan didonasikan ke MAF agar MAF bisa melayani kebutuhan transportasi masyarakat.


Tidak hanya itu, begitupun juga dengan masyarakat umum. “Masyarakat donasikan ke greja, dari greja nanti ke MAF. Begitulah mekanismenya,” jelasnya.


Tak hanya soal penerbangan. Pihak MAF juga hingga kini menungu donasi bisa disalurkan. Untuk menutupi biaya yang sudah MAF keluarkan untuk evakuasi medis selama ini. “Mungkin masih puluhan juta ya. Saya belum sempat lihat. Sebenarnya kami sangat ideal bila pemerintah menginginkan penerbangan berbiaya murah dan sangat aman. Karena kami ketat dalam maintenance,” ujarnya.


Adapun soal rencannya, Gubernur Kaltara akan membeli pesawat untuk warga di Pedalaman. Dikatakan Tom, tentunya ia sangat mendukung. Sekiranya ada maskapai komersil lain yang membantu. Karena, ketika pesawat Kalstar tutup pihak MAF juga pernah kewalahan, saat melayani penumpang pedalaman.


“Kami sebenarnya mengkhususkan diri untuk hal-hal yang tidak bisa di cover oleh maskapai lain. Itu intinya. Selama ini kami melayani penumpang yang tidak bisa dilayani,” katanya lagi.


Menurutnya juga, MAF semata-mata berkomitmen bertahan hanya karena masih melihat ada kebutuhan yang belum bisa di atasi. “Maaf ni. kalau tidak ada MAF siapa yang evakuasi orang sakit parah? Itu sudah 45 tahun terjadi. Mungkin negara akan punya solusi dan kami syukuri itu. Apalagi kalau semakin banyak maskapai lain yang melayani masyarakat justru kami senang,” tambahnya.


MAF masih bertahan karena masih ada yang membutuhkan. Kalau sudah tak dibutuhkan lagi MAF pasti mencari lokasi lain yang memerlukan. Tapi faktanya, pasti butuh waktu untuk ada fasilitas jalan atau transportasi udara yang mampu menggantikan peran MAF.


“Kami dukung semua upaya pemerintah yang akhirnya karena kasus MAF dapat melihat kebutuhan msyarakatnya. Dan buat masyrakat, sekalipun mengatas namakan kemanusian kami tak selalu mampu memuaskan harapan masyarakat. MAF tak sempurna namun MAF merasa telah menjadi perpanjangan tangan Tuhan membantu masyarakat yang sangat membutuhkan dan mungkin hanya mereka yang bisa menyadari manfaat keberadaan MAF,” pungkasnya. (eru/nri)

Editor : Azwar Halim