TIDENG PALE – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tana Tidung menggencarkan program “Satu ASN, Satu Buku” sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat, khususnya anak-anak.
Buku yang terkumpul nantinya disalurkan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan posyandu.
Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tana Tidung, Edy Harsono, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program Bunda Literasi untuk memperluas akses bacaan hingga ke masyarakat.
“Ini program Bunda Literasi dalam rangka meningkatkan literasi di Tana Tidung,” ujarnya, Senin (7/9).
Menurut Edy, buku yang disumbangkan diutamakan merupakan buku yang masih layak baca dan sesuai untuk anak-anak.
Koleksi dengan lebih banyak gambar dibandingkan tulisan juga menjadi salah satu jenis buku yang diprioritaskan.
“Buku-buku yang layak baca. Diutamakan buku yang gambarnya lebih banyak daripada tulisannya untuk anak-anak,” jelas Edy.
Ia mengatakan, program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi ASN.
Masyarakat umum, termasuk kalangan media, juga terbuka untuk ikut menyumbangkan buku yang masih layak digunakan.
“Terbuka, boleh siapa saja. Termasuk teman-teman dari media juga kalau mau menyumbang, boleh,” katanya.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tana Tidung juga telah mulai menyerahkan sumbangan buku.
"Saat ini kami telah menerima sumbangan buku dari beberapa OPD. Bappeda dan Litbang 39 buku, Disdukcapil 36 buku, Bagian Hukum 13 buku dan kecamatan Muruk Rian dua buku, jadi total 90 buku," ungkapnya.
Edy berharap partisipasi tersebut terus bertambah sehingga semakin banyak buku yang dapat disalurkan kepada masyarakat.
“Beberapa OPD telah menyerahkan sumbangan buku, dan masih terbuka untuk ASN atau OPD lainnya,” sebutnya.
Pihaknya akan mendistribusikan buku terkumpul ke sejumlah titik yang membutuhkan bahan bacaan, termasuk TBM dan posyandu, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.(*)
Editor : Sophian Hadi