Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspor Kaltara Tembus USD1,083 Miliar, Industri Tumbuh 82 Persen

I
Penulis: Iwan RT❯
EKSPOR: Salah satu perusahaan industri yang beroperasi di Tarakan, Kaltara. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
EKSPOR: Salah satu perusahaan industri yang beroperasi di Tarakan, Kaltara. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

Advertisement

TANJUNG SELOR - Nilai ekspor Kalimantan Utara (Kaltara) melalui pelabuhan di wilayah tersebut mencapai USD1,083 miliar pada periode Januari-Juli 2026. Angka ini naik 35 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat USD802,36 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mustaqim mengatakan, kenaikan nilai ekspor Kaltara ini ditopang oleh sektor nonmigas yang meningkat 34,77 persen menjadi USD1,077 miliar. Di dalamnya, ekspor hasil industri melonjak 82,06 persen dari USD271,39 juta menjadi USD494,09 juta.

“Sementara itu, ekspor hasil tambang masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD573,87 juta atau naik 11,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Mustaqim.

Advertisement

Kondisi ini mencerminkan bahwa kenaikan ekspor Kaltara hingga Juli 2026 tidak hanya ditopang oleh komoditas tambang, tapi juga menunjukkan penguatan ekspor hasil industri. Berbeda dengan ekspor hasil pertanian yang justru turun 34,11 persen menjadi USD9,48 juta.

Selain itu, tercatat pula ekspor asli Kaltara pada periode Januari-Juli 2026 sedikit lebih besar dibandingkan ekspor melalui pelabuhan di Kaltara karena ada sebagian komoditas asli Kaltara yang juga di-ekspor melalui pelabuhan di luar Kaltara.

“Pada Januari-Juli 2026, ekspor asli Kalimantan Utara mencapai USD1,110 miliar. Angka ini mengalami kenaikan 39,71 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya USD795,03 juta,” sebut Mustaqim.

Advertisement

Secara lebih terperinci, sektor hasil industri tercatat mengalami kenaikan 103,38 persen atau menjadi USD504,95 juta, ekspor migas 98,53 persen atau menjadi USD5,72 juta, serta sektor hasil tambang naik 11,71 persen atau menjadi USD573,87 juta.

“Untuk sektor hasil pertanian tercatat turun sebesar 13,25 persen atau menjadi USD26,17 juta dibanding kondisi Januari-Juli 2025,” tuturnya.

Adapun total ekspor asli Kaltara melalui pelabuhan di luar Kaltara pada periode Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD92,90 juta, dengan tiga provinsi utamanya yaitu Jawa Timur sebesar USD83,55 juta, Sulawesi Selatan USD8,12 juta dan DKI Jakarta USD1,20 juta.

Dilihat dari negara tujuan ekspor Kaltara, Tiongkok masih mempertahankan posisinya sebagai pasar terbesar dengan nilai ekspor mencapai USD325,73 juta. Kemudian disusul Filipina USD155,03 juta, Amerika Serikat USD122,49 juta, Turki USD108,01 juta dan Korea Selatan USD93,22 juta.

Advertisement
Editor : Azward Halim

Artikel Terkait

Tiga Kunci UMKM Indonesia Menembus Pasar Global, Ini yang Diungkap BRI

Tiga Kunci UMKM Indonesia Menembus Pasar Global, Ini yang Diungkap BRI

BRI ungkap tiga kunci UMKM Indonesia menembus pasar global, mulai dari penguatan kapasitas, literasi keuangan, hingga akses bisnis.

Kargo Ikan Tarakan-Hong Kong Terhambat, Operator Butuh Kepastian Muatan

Kargo Ikan Tarakan-Hong Kong Terhambat, Operator Butuh Kepastian Muatan

Harapan menjadikan Tarakan sebagai pintu ekspor produk perikanan melalui jalur udara masih menghadapi tantangan. Minimnya kepastian muatan m

Dorong Ekspor Kepiting ke Tiongkok, HNSI Kaltara Ingatkan Hal Ini

Dorong Ekspor Kepiting ke Tiongkok, HNSI Kaltara Ingatkan Hal Ini

Peluang pasar kepiting hidup Indonesia ke Tiongkok dinilai perlu dibarengi dengan pembenahan tata kelola perdagangan di daerah. Himpunan Nel

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer