0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Lulusan SMP Tidak Sebanding Rombel, SMAN TU 1 Tana Tidung: Sudah Usulkan Tambahan Sebelum SPMB

Sophian Hadi • Kamis, 25 Juni 2026 | 16:19 WIB
KURANG: SMAN TU 1 Tana Tidung hanya membuka enam. rombel untuk ajaran 2026/2027.FOTO: SOPIAN/RAFAR TARAKAN
KURANG: SMAN TU 1 Tana Tidung hanya membuka enam. rombel untuk ajaran 2026/2027.FOTO: SOPIAN/RAFAR TARAKAN

TIDENG PALE – Keterbatasan jumlah rombongan belajar (rombel) di SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung kembali menjadi sorotan dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Banyaknya lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut dinilai tidak sebanding dengan daya tampung yang tersedia.

Ketua Panitia SPMB SMAN TU 1 Tana Tidung, Arman, mengatakan sekolah hanya memiliki kuota sebanyak 216 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar.

Dengan ketentuan satu rombel berisi maksimal 36 siswa, kapasitas sekolah tidak mampu menampung seluruh pendaftar yang berasal dari berbagai SMP di Kabupaten Tana Tidung.

“Kuota kita hanya 216 siswa karena terdiri dari enam rombel. Satu rombel itu 36 siswa,” ujar Arman, Kamis (24/6).

Kondisi tersebut memicu sejumlah keluhan dari orang tua siswa yang anaknya tidak lolos seleksi.

Sebagian besar mempertanyakan hasil seleksi karena merasa rumah mereka berada dekat dengan sekolah.

Menurut Arman, pihak sekolah memahami kekecewaan para orang tua.

Namun, sekolah hanya menjalankan mekanisme yang telah ditetapkan dalam sistem SPMB.

“Banyak yang datang mempertanyakan kenapa anaknya tidak diterima padahal rumahnya dekat sekolah. Kami memahami perasaan mereka, tetapi kami hanya menjalankan kebijakan yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada jalur domisili, kelulusan tidak hanya ditentukan oleh jarak tempat tinggal, tetapi juga mempertimbangkan nilai akademik calon peserta didik dalam wilayah domisili yang sama.

Arman mengungkapkan, jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai, pihak sekolah sebenarnya telah mengusulkan penambahan rombel kepada pemerintah provinsi.

Usulan tersebut didasarkan pada data lulusan SMP yang menunjukkan jumlah calon siswa jauh melebihi daya tampung sekolah.

“Kami sudah mencoba mengusulkan penambahan rombel sebelum pelaksanaan SPMB. Data yang kami kumpulkan dari SMP menunjukkan jumlah lulusan cukup banyak,” ungkapnya.

Ia menyebut, dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 6 Tana Tidung saja, jumlah lulusan  sudah hampir memenuhi bahkan melampaui kuota yang tersedia.

Kondisi itu belum termasuk lulusan dari SMP lainnya.

Menurut Arman, secara fasilitas sekolah masih memungkinkan apabila dilakukan penambahan rombel karena ruang belajar masih tersedia.

Namun kewenangan untuk menambah rombel berada di tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebagai pengelola SMA.

“Kami masih memiliki ruang yang bisa digunakan. Namun keputusan penambahan rombel bukan kewenangan sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada awalnya SMAN 1 Tana Tidung memiliki tujuh rombel.

Namun setelah peralihan kewenangan SMA dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi pada 2017, terjadi penyesuaian data peserta didik yang menyebabkan jumlah rombel berkurang menjadi enam hingga saat ini.

“Dulu sebenarnya tujuh rombel. Saat peralihan kewenangan ke provinsi ada penggabungan kelas sehingga data di Dapodik menjadi enam rombel. Sampai sekarang masih mengikuti data tersebut,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap pemerintah provinsi dapat mempertimbangkan penambahan rombel pada tahun-tahun mendatang agar daya tampung sekolah negeri dapat menyesuaikan dengan jumlah lulusan SMP yang terus meningkat setiap tahun.
“Jumlah lulusan SMP terus bertambah, sementara rombel tetap. Kalau tidak ada penambahan daya tampung, tentu akan semakin banyak siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri,” pungkas Arman.(*)

Editor : Sophian Hadi
#SMAN TU 2 TANA TIDUNG #Tahun Ajaran Barhlu #spmb #siswa