TIDENG PALE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta setelah adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI terkait kewaspadaan penyebaran virus tersebut.
Kepala Dinkes Tana Tidung, H. M. Sarif mengatakan, pihaknya telah menerima surat edaran dari pemerintah pusat dan meneruskan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.
Namun demikian, ia meminta warga tidak panik berlebihan.
“Ya, kami sudah menerima surat edaran terkait kewaspadaan virus Hanta dari Kementerian Kesehatan. Untuk sementara ini kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tetapi jangan terlalu khawatir,” ujarnya, Selasa (12/5).
Menurutnya, virus Hanta diketahui berkaitan dengan tikus sebagai pembawa virus.
Karena itu, langkah pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan dari tikus maupun kotorannya.
“Intinya kembali lagi ke PHBS, perilaku hidup bersih dan sehat. Rumah harus dijaga kebersihannya, gudang atau rumah kosong jangan terlalu gelap, kalau perlu dipasang lampu. Kalau ada sumber tikus, diusahakan dibersihkan atau dipasang perangkap,” katanya.
Sarif menjelaskan, virus dapat menyebar melalui kotoran, air liur, urine hingga partikel udara yang terkontaminasi tikus.
Oleh sebab itu, masyarakat diminta berhati-hati terutama di tempat yang lembap, tertutup, dan jarang dibersihkan.
“Biasanya tikus suka tempat gelap, gudang, atau rumah kosong. Itu yang harus diperhatikan. Kebersihan lingkungan tetap jadi kunci utama pencegahan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan online yang menyebut virus Hanta berbahaya.
Meski demikian, menurutnya masyarakat tidak perlu langsung menyamakan kondisi tersebut seperti pandemi COVID-19.
“Memang ada yang bilang lebih berbahaya, ada juga yang membandingkan dengan COVID-19. Tapi yang jelas, menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan lingkungan itu penting,” tuturnya.
Dinkes Tana Tidung pun mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tertentu setelah terpapar lingkungan yang banyak tikus, terutama gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan yang menurun.