TIDENG PALE - Upaya peningkatan akses pendidikan berbasis keagamaan di Kabupaten Tana Tidung terus dilakukan.
Salah satunya melalui pengembangan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri filial Malinau yang kini tengah diusulkan untuk berdiri mandiri.
Selama ini, MTs tersebut masih berstatus filial atau berinduk pada MTs Negeri di Kabupaten Malinau.
Namun, Kementerian Agama Tana Tidung telah mengajukan perubahan nomenklatur agar madrasah ini dapat menjadi MTs Negeri Tana Tidung yang berdiri sendiri.
Kepala Kantor Kementerian Agama Tana Tidung, H. Hamzah, mengungkapkan bahwa secara fasilitas, madrasah tersebut sudah mulai berkembang meskipun masih terbatas.
“Gedungnya sudah ada, tapi masih menggunakan bangunan lama. Tahun ini kita upayakan pembangunan ruang kelas baru untuk menunjang kegiatan administrasi,,” ujarnya, Sabtu (25/4).
Dukungan pemerintah daerah juga dinilai cukup besar. Pada tahun lalu, Bupati Tana Tidung telah membantu proses pengurukan lahan dengan anggaran sekitar Rp200 juta.
Selain itu, rencana pembangunan ruang administrasi juga tengah diupayakan dari Pemkab Tana Tidung.
"Mudah-mudahan lah bisa dibanghn tahun ini, kita juga tahu kondisi keuangan pemda," ujarnya
Saat ini, MTs filial tersebut memiliki empat rombongan belajar (rombel), namun baru didukung satu ruang kelas bangunan (RKB).
Kondisi ini membuat kapasitas penerimaan siswa masih terbatas.
“Jumlah siswa sekarang sekitar 20 sampai 23 orang. Kalau fasilitas sudah memadai, tentu kita bisa menampung lebih banyak lagi,” jelasnya.
Meski masih berstatus filial, Hamzah memastikan legalitas pendidikan tetap terjamin.
Ijazah yang diterbitkan tetap berstatus negeri karena berada di bawah naungan MTs Negeri Malinau.
Pihaknya menargetkan, status mandiri bagi madrasah tersebut dapat terwujud tahun ini.
Jika belum terealisasi tahun ini, diharapkan paling lambat pada 2027.
Di sisi lain, rencana pengembangan ke jenjang Madrasah Aliyah (MA) juga mulai dikaji.
Namun, hal tersebut masih mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta konsep pendidikan yang akan ditawarkan, termasuk kemungkinan sistem berasrama.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan pendidikan keagamaan di Tana Tidung serta menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang lebih dekat dan berkualitas.(ana)