Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jembatan Hidrolik Rusak, Penumpang Kapal Feri Menunggu Lebih Lama Turun di Pelabuhan Juata ‎

Sopian Hadi • Kamis, 2 April 2026 | 18:26 WIB
 
 
TERENDAM: Penumpang harus menunggu air laut surut untuk turun di pelabuhan Juata Laut. (FOTO: DOK PT ASDP)
TERENDAM: Penumpang harus menunggu air laut surut untuk turun di pelabuhan Juata Laut. (FOTO: DOK PT ASDP)

 

TIDENG PALE – Kerusakan jembatan hidrolik (movable bridge/MB) di Pelabuhan Juata, Tarakan, berdampak pada pelayanan penyeberangan.

‎Penumpang kapal feri terpaksa menunggu lebih lama saat proses turun dari kapal karena fasilitas sandar tidak berfungsi optimal.

‎‎Kepala PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan Kantor Perwakilan Tarakan, Abdul Gafur, menjelaskan bahwa operasional kapal saat ini harus menyesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut.

‎‎“Jadwal yang kami buat itu disesuaikan dengan kondisi air. Jadi kapal tidak bisa lagi bebas berangkat cepat seperti sebelumnya,” ujarnya, Kamis (2/4).

‎‎Ia mengakui, kondisi tersebut membuat penumpang yang ingin segera tiba di tujuan harus bersabar karena waktu tunggu menjadi lebih lama, terutama saat proses bongkar muat di pelabuhan.

‎‎Menurutnya, pihak ASDP siap memberikan dukungan perbaikan jika ada permintaan resmi, termasuk mendatangkan teknisi untuk menangani kerusakan MB.

‎“Kalau memang dibutuhkan teknisi, kami siap membantu. Silakan bersurat, nanti kami fasilitasi teknisi,” tambahnya.

‎‎Abdul Gafur mengungkapkan, kerusakan jembatan hidrolik sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

‎‎Bahkan, menjelang arus mudik Lebaran kemarin, kondisi MB kembali mengalami gangguan setelah sempat berfungsi normal pada Desember sebelumnya.

‎‎“ Terakhir Desember kemarin sempat normal, tapi saat arus Lebaran kembali mengalami kendala,” jelasnya.

‎Saat ini, ASDP mengoperasikan tiga armada untuk melayani penyeberangan. 

‎‎KMP Manta yang melayani rute Tarakan–Sebawang.

‎‎Selain itu, terdapat KMP Julung-Julung yang melayani lintas provins, dari Tarakan ke Tolitoli dengan jadwal satu hingga dua kali dalam seminggu, tergantung kondisi cuaca.

‎Sementara KMP Manta II melayani lintasan Tarakan-Nunukan pulang pergi sebagai rute perintis.

‎‎Kapal tersebut juga melayani rute komersial Nunukan-Sebatik serta rute perintis Nunukan-Sei Menggaris yang dijadwalkan berlayar sekali dalam sepekan.

‎Pihak ASDP berharap perbaikan jembatan hidrolik dapat segera dilakukan agar pelayanan penyeberangan kembali normal, terutama untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.‎(ana)

Editor : Sopian Hadi
#UPTD Pelabuhan Juata #asdp #Dishub Tarakan #pemkot tarakan