Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antisipasi Dampak Perang Israel-AS dan Iran, Masyarakat Tana Tidung Diminta Lebih Bijak Menggunakan LPG

Sophian Hadi • Selasa, 31 Maret 2026 | 14:37 WIB

MASIH LANCAR: Distribusi gas LPG 3 kg di pangkalan Sepala Dalung, Kecamatan Sesayap Hilir tadi pagi (DOK DISPERINDAGKOP)
MASIH LANCAR: Distribusi gas LPG 3 kg di pangkalan Sepala Dalung, Kecamatan Sesayap Hilir tadi pagi (DOK DISPERINDAGKOP)

TIDENG PALE – Ketegangan geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, termasuk LPG.

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diminta lebih bijak dalam menggunakan gas LPG guna mengantisipasi potensi dampak terhadap ketersediaan di dalam negeri.

‎Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM memastikan sejauh ini distribusi LPG khususnya tabung 3 kilogram di daerah tetap berjalan lancar, baik sebelum maupun setelah Hari Raya Idul Fitri.

‎Fasilitator Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, Ripa’i, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala dalam pendistribusian gas bersubsidi tersebut kepada masyarakat.

‎“Alhamdulillah, pendistribusian tetap lancar, tidak ada masalah,” ujarnya, Selasa (31/3).

‎Ia menjelaskan, kebutuhan LPG 3 kg di Kabupaten Tana Tidung masih terpenuhi dengan baik.

‎ Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang meskipun terdapat kebijakan pembatasan penjualan gas subsidi.

‎“Kami mengimbau masyarakat tidak panik, karena distribusi LPG di Tana Tidung selama ini masih aman dan lancar,” jelasnya.

‎Namun demikian, kendala masih ditemui di wilayah pesisir akibat faktor operasional distribusi.

Meski begitu, kondisi tersebut dinilai tidak mengganggu secara signifikan terhadap ketersediaan LPG secara umum.

‎Ripa’i juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan LPG bersubsidi, mengingat jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

“Pastikan tidak ada kebocoran saat memasang regulator, agar tidak terbuang sia sia,” tambahnya.

Di sisi lain, secara nasional Indonesia masih bergantung pada impor LPG, dengan sebagian besar pasokan berasal dari kawasan Timur Tengah.

‎Konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dan gas.

‎Jika terjadi gangguan, hal ini dapat berdampak pada pasokan LPG di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah pusat hingga daerah mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dan bijak dalam menggunakan LPG guna menjaga ketersediaan energi nasional.

‎Sebagai informasi, 80 persen LPG di tanah air mayoritas impor dari Timur Tengah. (ana)

Editor : Sophian Hadi