TIDENG PALE – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) speedboat Habibie Express yang dilaporkan jatuh dan hilang di perairan Sungai Sesayap sekitar Pelabuhan Sebawang, Kabupaten Tana Tidung, resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh, Rabu (25/3).
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, menyampaikan bahwa Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian maksimal sejak hari pertama kejadian.
Namun, hingga hari terakhir operasi, korban belum berhasil ditemukan.
“Pada pukul 15.45 WITA, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan metode visual di sekitar lokasi kejadian, namun hasilnya nihil,” ungkapnya, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, penghentian operasi SAR dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pihak keluarga korban.
Berdasarkan permintaan keluarga, operasi pencarian tidak lagi dilanjutkan.
Sebelumnya, Syahril menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, yakni selama tujuh hari.
“Jika dalam tujuh hari korban belum ditemukan, maka operasi SAR akan dihentikan. Namun, apabila ada laporan atau tanda-tanda dari masyarakat, operasi bisa dibuka kembali untuk proses evakuasi,” jelasnya.
Selanjutnya, pada pukul 16.00 WITA dilaksanakan debriefing. Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih.
Diketahui, korban bernama Firman (25), warga Kabupaten Tana Tidung, dilaporkan terjatuh dan hilang saat berada di atas speedboat. Hingga akhir operasi, korban masih berstatus hilang.
Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Kantor SAR Tarakan, BPBD Tana Tidung, Brimob Tana Tidung, Polairud Polres Tana Tidung, Pos AL Bebatu, Bhabinkamtibmas Polsek Sesayap, serta dibantu keluarga dan masyarakat setempat.
Adapun peralatan yang digunakan selama operasi meliputi satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), satu set perlengkapan medis, serta empat unit alat komunikasi.
Meski operasi SAR telah dihentikan, pihak keluarga dan masyarakat setempat tetap diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. (ana)
Editor : Sophian Hadi