TIDENG PALE – Upaya pencarian korban tenggelam di perairan Kabupaten Tana Tidung (KTT) masih terus berlangsung.
Hingga hari keempat dan keenam pencarian dari dua insiden berbeda, dua korban dilaporkan belum ditemukan.
Tim SAR gabungan telah menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban hilang, namun hasilnya masih nihil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tarakan, Syahril, menegaskan bahwa operasi pencarian dilakukan sesuai standar operasional, yakni selama tujuh hari.
“Jika dalam tujuh hari korban belum ditemukan, maka operasi SAR akan dihentikan sementara. Namun, apabila ada laporan atau tanda-tanda dari masyarakat melihat, operasi bisa dibuka kembali untuk proses evakuasi,” ujarnya, Selasa (24/3).
Ia menyebutkan, kondisi di lapangan relatif mendukung. Cuaca yang cukup bersahabat serta kerja sama antara tim SAR dan masyarakat menjadi faktor penting dalam proses pencarian.
“Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Semua unsur yang terlibat bekerja maksimal di lapangan,” tambahnya.
Dari insiden di perairan Tana Merah, satu korban atas nama Sudirman, warga Tarakan, telah ditemukan di Pantai Nibung Indah, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (23/3).
Namun, satu korban lainnya, Olleng, yang juga warga Tarakan, hingga kini belum ditemukan.
Memasuki hari keempat pencarian, keberadaannya masih menjadi tanda tanya.
Di sisi lain, korban terpisah, Firman, warga Tana Tidung, juga belum berhasil ditemukan hingga hari keenam pencarian.
Ia dilaporkan jatuh dari speedboat reguler Habibie Express di Sungai Sesayap pada 19 Maret lalu.
Peristiwa nahas di perairan Tana Merah terjadi setelah badai menghantam perahu yang ditumpangi Sudirman dan Olleng bersama satu rekannya yang selamat pada Sabtu (21/3).
Sementara itu, insiden yang menimpa Firman menambah deretan musibah di perairan Tana Tidung dalam beberapa hari terakhir.
Tim SAR gabungan kini terus berpacu dengan waktu. Harapan besar masih tertumpu pada upaya pencarian, agar para korban segera ditemukan dan keluarga mendapatkan kepastian. (ana)
Editor : Sophian Hadi